Sunday, June 3, 2012

Pasar Barang

Anda tentu sudah sangat mengenal pasar karena dalam kehidupan
sehari-hari sering berhubungan dengan pasar. Seseorang mengirim berbagai
barang untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, maka ia akan pergi ke
pasar, baik pasar tradisional maupun modern (seperti supermarket, supermall,
dan hipermarket). Dalam pasar akan terjadi interaksi antara kekuatan
permintaan dan penawaran. Dari interaksi tersebut akan tercipta jumlah
dan harga keseimbangan pasar.


1. Pengertian dan Cara Perdagangan Pasar Barang
Pasar barang atau pasar komoditas adalah interaksi antara permintaan
dan penawaran terhadap barang dan jasa. Dalam perekonomian tertutup,
permintaan utama berasal dari sektor rumah tangga dan pemerintah.
Permintaan tersebut umumnya merupakan permintaan akan barang dan jasa
akhir. Penawaran barang dan jasa berasal dari sektor perusahaan.


Di dalam perekonomian modern, terutama dengan semakin tingginya
tingkat spesialisasi, tidak semua perusahaan memproduksi sendiri bahan baku
yang dipakai untuk memproduksi barang dan jasa. Sebagai contoh, perusahaan
mobil tidak menambang sendiri bijih besi yang dibutuhkan, demikian juga
fasilitas mesin pembuat rangka mobilnya karena akan lebih efisien bagi
perusahaan tersebut jika membeli mesin dari perusahaan yang bergerak di
bidang permesinan. Dengan kata lain, mesin yang dibeli perusahaan tersebut
merupakan input perantara untuk memproduksi mobil.


Beberapa komoditas yang umumnya diperjualbelikan di pasar komoditas
memiliki standar tertentu, antara lain barang-barang hasil produksi dan industri,
hasil pertambangan, hasil pertanian dan perkebunan. Komoditas tersebut antara
lain kopi, gula, jagung, cengkeh, kedelai, emas, tembaga, kapas, lada, gandum,
dan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO).


2. Keanggotaan Pasar Komoditas
Anggota pasar komoditas secara garis besar terdiri atas dua, yaitu anggota
biasa dan anggota luar biasa.


a. Anggota Biasa
Anggota biasa terdiri atas semua warga negara Indonesia (WNI) yang
memiliki badan usaha formal seperti firma, CV, PT, dan koperasi. Anggota
biasa terbagi atas pedagang biasa dan pedagang perantara (pialang).



b. Anggota Luar Biasa
Anggota luar biasa, tidak hanya terbuka bagi WNI, tetapi juga perwakilan
warga negara asing (WNA) baik perseorangan maupun badan usaha,
investor domestik maupun asing, dan lembaga keuangan nonbank yang
berkedudukan di dalam maupun di luar negeri.


3. Perdagangan di Pasar Komoditas
Perdagangan di pasar komoditas dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut.


a. Perdagangan Fisik (Physical Trading) yang Bersifat
Efektif
Pada perdagangan fisik terjadi penyerahan barang dari penjual kepada
pembeli secara fisik pada waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian
jual beli. Pembayaran dilakukan secara tunai.


b. Perdagangan Berjangka (Future Trading)
yang Bersifat Spekulatif


Dalam perdagangan berjangka, transaksi tidak secara langsung dengan
penyerahan barang dan jasa secara fisik. Penyerahan dilakukan beberapa saat
kemudian atau sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan tingkat
harga yang tetap.


Untuk memperlancar transaksi dan memudahkan pengawasan pasar
komoditas, pemerintah membentuk Badan Pembina Bursa Komoditas (BPBK)
dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bapebti).


4. Fungsi dan Manfaat Pasar Komoditas


a. Fungsi Pasar Komoditas
Fungsi pasar komoditas antara lain sebagai berikut.


1) Sebagai tempat atau sarana untuk memperoleh informasi tentang
beberapa jenis barang yang diperdagangkan di pasar dunia.
2) Sebagai tempat atau sarana untuk mengadakan transaksi berbagai
barang yang berlaku di pasaran dunia.
3) Sebagai tempat atau sarana untuk memantau dan mengatur perdagangan
barang.


b. Manfaat Pasar Komoditas


Manfaat pasar komoditas antara lain sebagai berikut.


1) Bagi Penjual (Produsen)
Pasar barang dapat mempermudah pemasaran atau penjualannya.


2) Bagi Pembeli (Konsumen)
Pasar barang dapat mempermudah konsumen dalam mendapatkan
barang yang diinginkan dengan kualitas terjamin.


3) Bagi Pemerintah
Pembentukan pasar barang bagi pemerintah dapat memberikan tambahan
devisa. Dengan devisa akan memudahkan pemerintah untuk melakukan berbagai
transaksi internasional yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.


5. Struktur Pasar


Sebagaimana diketahui komposisi pasar terdiri atas seluruh perusahaan
dan konsumen yang ingin dan mampu membeli serta menjual barang
tertentu baik secara tunai maupun kredit. Jumlah penjual (perusahaan) dan
pembeli (konsumen) antara satu pasar dan pasar lainnya tidaklah sama.
Pada umumnya pasar tradisional terdiri atas banyak penjual dan pembeli.

Adapun pada pasar barang tertentu perbedaan penjual dan pembeli dalam
suatu pasar akan menciptakan tingkat persaingan yang berbeda. Gambaran
tingkat persaingan di suatu pasar barang disebut struktur pasar.
Berdasarkan struktur pasarnya bentuk-bentuk pasar dibedakan
menjadi sebagai berikut


a. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition
Market)
Pasar persaingan sempurna merupakan pasar di mana tidak ada satu
perusahaan (penjual) maupun konsumen (pembeli) yang secara individual
dapat memengaruhi harga yang berlaku di pasar.
Beberapa karakteristik dari pasar persaingan sempurna, yaitu:


1) di pasar terdapat banyak perusahaan (penjual) dan konsumen (pembeli);
2) penjual menjual produk yang homogen;
3) baik penjual maupun pembeli secara bebas dapat masuk dan keluar
pasar;
4) adanya mobilitas yang sempurna dari sumber daya;
5) baik penjual maupun pembeli memiliki pengetahuan sempurna.


Pada pasar persaingan sempurna harga pasar ditentukan oleh kekuatan
penawaran dan permintaan. Seperti yang telah diketahui bahwa kurva
permintaaan secara total adalah jumlah keseluruhan barang yang akan
dibeli para konsumen secara individual pada berbagai tingkat harga.
Adapun, kurva penawaran secara total adalah jumlah keseluruhan barang
yang akan dijual perusahaan-perusahaan secara individual pada tingkat
harga yang berbeda-beda.


b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect
Competition Market)


Cermati contoh ilustrasi berikut. Pada suatu pasar terdapat sebuah
perusahaan minyak yang memiliki tenaga kerja yang cukup banyak. Hal
tersebut memengaruhi harga minyak di pasar.
Ilustrasi tersebut menggambarkan salah satu bentuk pasar persaingan
tidak sempurna (imperfect competition market). Jadi, pasar persaingan tidak
sempurna akan terbentuk jika salah satu syarat dari pasar sempurna tidak
terpenuhi.


Pasar persaingan tidak sempurna jika dilihat dari aspek penjual
dan pembelinya dapat dikelompokkan menjadi pasar monopoli, pasar
oligopoli, pasar persaingan monopolistik, pasar monopsoni, dan pasar
oligopsoni.


1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan situasi pasar di mana hanya terdapat satu
penjual (single firm) komoditi atau barang ini tidak ada penggantinya
(substitusi) yang sangat mirip (close substitute). Oleh karena dalam pasar
monopoli hanya ada satu penjual, pada pasar ini tidak terdapat pesaing
sehingga penjual (monopolis, berasal dari bahasa Yunani mono = satu dan
polist = penjual) berkuasa untuk mengubah jumlah dan harga barang di
pasar. Dewasa ini bentuk pasar monopoli sudah jarang sekali. Di Indonesia
pasar monopoli dikenal pada Perusahaan Listrik Negara (PLN), perusahaan
Kereta Api Indonesia (KAI), dan Perusahaan Air Minum (PDAM).
Beberapa kebaikan pasar monopoli, yaitu sebagai berikut.


(a) Di Indonesia, monopoli yang dilakukan negara terhadap cabangcabang
produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang

banyak telah memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat.
Contoh transportasi kereta api untuk rakyat, bus kota, listrik, air
bersih (PDAM).


(b) Pemberian hak paten dan hak penjualan tunggal (exclusive franchise)
dapat mendorong pengusaha untuk menemukan produk-produk
inovatif yang dibutuhkan masyarakat.


(c) Dengan adanya monopoli alamiah, harga suatu produk dapat lebih
murah.


(d) Monopoli akan memacu perusahaan untuk selalu meningkatkan daya
saing, baik secara lokal maupun global.


Adapun beberapa keburukan dari monopoli, yaitu sebagai berikut.


(a) Harga sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan pemegang monopoli,
sehingga memungkinkan terjadi permainan harga yang dapat
merugikan konsumen.


(b) Konsumen tidak memiliki alternatif pilihan baik yang menyangkut
kualitas maupun harga barang.


(c) Adanya monopoli yang diberikan pemerintah, menyebabkan proses
produksi berjalan kurang efisien, etos kerja rendah, dan layanan kepada
konsumen kurang memuaskan.


(d) Monopolis dapat melakukan kebijakan diskriminasi harga (price
discrimination). Misalnya, penetapan harga karcis bioskop yang
dikelola “group 21(Twenty One)”. Jika menonton bioskop di Bandung
Supermall (BSM) harga karcisnya mencapai Rp25.000,00 per orang,
di Bandung Indah Plaza (BIP) hanya Rp15.000,00 per orang.


2) Pasar Oligopoli


Sebagaimana istilah monopoli, istilah oligopoli juga berasal dari bahasa
Yunani, yakni oligospolein yang berarti “beberapa penjual”. Berdasarkan
arti kata tersebut, pasar oligopoli dapat diartikan sebagai pasar yang
hanya terdiri atas beberapa perusahaan atau penjual yang menjual produk
homogen (sejenis).


Pasar oligopoli terdiri atas dua perusahaan atau dua penjual saja disebut
pasar duopoli. Produk yang dijual dapat berupa produk yang identik
(homogen) maupun produk yang terdiferensiasi. Produk yang identik
(homogen) misalnya, sama-sama menjual besi. Adapun yang dimaksud
dengan diferensiasi produk adalah produk yang memiliki karakteristik yang
bervariasi. Misal, produk telepon seluler masing-masing memiliki banyak
karakteristik yang berbeda baik dari ukuran, berat, model, dan fitur.



3) Pasar Persaingan Monopolistik
Dalam kehidupan sehari-hari, jarang dilihat pasar persaingan
sempurna maupun pasar monopoli secara murni. Justru bentuk pasar
yang banyak ditemui adalah bentuk pasar monopolistik. Bentuk pasar
monopolistik ini ada di antara pasar persaingan sempurna dan pasar
monopoli.


Dikatakan mengandung persaingan sempurna karena pada pasar
monopolistik terdapat banyak perusahaan atau penjual tersebut yang
memiliki pangsa pasar (market share) yang cukup besar sehingga tidak
dapat memengaruhi pasar. Oleh karena itu, dalam industri terdapat
banyak perusahaan.
Perbedaan pasar monopolistik dengan pasar persaingan sempurna
terletak pada produk yang dijual. Jika pada pasar persaingan sempurna
produk yang dijual identik (bersifat sama), pada pasar monopolistik
produk yang dijual merupakan produk yang terdiferensiasi (diferensiasi
produk).


Adanya diferensiasi produk telah mendorong perusahaan atau
penjual melakukan persaingan nonharga (non-price competition) melalui
iklan, diskon, dan hadiah-hadiah. Oleh karena itu, jika dalam persaingan
sempurna produsen tidak menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam
membeli produk, dalam pasar monopolistik produsen suatu produk justru
menjadi penting bagi konsumen. Misalnya, seorang pria yang selalu
memakai produk sabun mandi merek “HARY” dan tidak mau memakai
produk sabun mandi dari perusahaan lain. Dalam hal ini terlihat bahwa
perusahaan sabun mandi “HARY” memiliki daya monopoli meskipun
terbatas.



Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa pasar persaingan monopolistik
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


a) Jumlah penjual dan pembeli pada pasar persaingan monopolistik cukup
banyak, tetapi tidak sebanyak seperti pada pasar persaingan sempurna.


b) Produk yang diperjualbelikan merupakan produk yang terdiferensiasi
dan bukan produk yang identik.


c) Penjual bebas keluar dan masuk ke pasar.


d) Perusahaan lebih terdorong untuk melakukan persaingan nonharga
(non price competition), misalnya melalui iklan untuk membangun
kepercayaan konsumen terhadap produk perusahaan.



4) Pasar Monopsoni
Jika pada pasar monopoli hanya terdapat satu penjual dengan banyak
pembeli, pada pasar monopsoni hanya terdapat satu pembeli dengan banyak
penjual. Pasar monopsoni banyak ditemukan di masyarakat pertanian.
Beberapa contoh dari pasar monopsoni, yaitu sebagai berikut.


(a) Petani singkong menjual hasil panennya hanya kepada satu
perusahaan keripik singkong.


(b) Peternak ayam potong menjual daging ayamnya hanya kepada
penjual daging ayam tertentu atau ke Koperasi Peternakan.


5) Pasar Oligopsoni
Pasar oligopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh lebih
dari dua orang pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual. Setiap
pembeli memiliki peran cukup besar untuk memengaruhi harga yang
dibelinya. Bentuk pasar ini merupakan kebalikan dari struktur pasar
oligopoli. Seperti halnya monopoli, oligopsoni merupakan bentuk
pemusatan pembeli. Oligopsoni merupakan suatu bentuk pasar yang
terdiri atas pembeli-pembeli besar dan pembeli-pembeli kecil.
....READ MORE - Pasar Barang

Langkah-langkah Penelitian Sejarah Lisan

Metode sejarah lisan atau oral history merupakan metode yang digunakan
dalam mengumpulkan sumber sejarah. Penggunaan metode ini sudah lama
digunakan, Herodatus sejarawan Yunani yang pertama, telah mengembara ke
tempat-tempat yang jauh untuk mengumpulkan bahan-bahan sejarah lisan.
Thucydides sekitar 2400 tahun yang lalu telah menggunakan kisah kesaksian
langsung para prajurit yang ikut dalam perang Peloponesa untuk membangun
sejarah lisan.


Metode modern sejarah lisan berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1930-
an dengan dilakukan penelitian besar-besaran mengenai kenangan bekas para
budak hitam. Perkembangan ini membawa suatu pemikiran baru tentang sumber
sejarah lisan. Sumber yang dicari bukan hanya para tokoh atau “orang-orang
besar”, tetapi juga kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, termasuk pula
golongan buta huruf dan golongan yang tidak pernah meninggalkan bahanbahan
tertulis.


Perkembangan lain yang menyebabkan lahirnya sejarah lisan bahwa dalam
dunia modern banyak hal yang penting lolos dari pencatatan tertulis, misalnya
keputusan-keputusan atau instruksi-instruksi penting yang diberikan melalui
telepon saja sehingga tidak dapat ditemukan dalam suatu dokumen. Teknik

komunikasi yang semakin maju pada waktu sekarang memungkinkan orang
saling bertemu muka, sehingga surat menyurat semakin berkurang. Dengan
demikian, semakin banyak data yang diperlukan tidak lagi dapat diketemukan
dalam bentuk tertulis. Selain itu pula, perkembangan teknologi, dengan
ditemukannya alat perekam (phonograph) pada tahun 1877 dan perkembangan
alat perekam pada tahun 1960 dengan ditemukannya tape recorder, semakin
memudahkan untuk menyimpan data atau sumber lisan.


Di Amerika serikat oral history adalah rekaman pita (tape recording) dari
wawancara tentang peristiwa atau hal-hal yang dialami oleh si pengisah sendiri,
atau lebih tepat lagi, rekaman pita (atau kaset) dari penglaman-pengalaman
yang masih diingat oleh pengisah. Keterangan ini direkam dalam bentuk tanya
jawab melalui wawancara lisan yang telah direncanakan lebih dahulu dengan
cermat.


Ada beberapa hal atau prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan
penelitian sejarah lisan, yaitu:


1. Perencanaan wawancara
Menurut Lincoln dan Guba dalam Lexi J. Moleong (1996) wawancara adalah
mengkonstruksi, mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan,
motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain kebulatan, merekonstruksi kebulatankebulatan
demikian sebagai yang dialami masa lalu, memproyeksikan kebulatankebulatan
sebagai yang telah diharapkan untuk dialami pada masa yang akan
datang; memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang
dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota. Agar kegiatan
wawancara dapat mencapai sasaran yang diinginkan, harus dilakukan kegiatan
perencanaan dengan baik meliputi perencanaan waktu wawancara, penentuan
orang yang akan di wawanara atau informan, dan menentukan materi
wawancara.


2. Pelaksanaan wawancara
Wawancara dalam sejarah lisan bukanlah suatu dialog melainkan menggali
pengalaman dari orang yang sedang diwawancarai. Komentar dari pewancara
hanya terbatas pada pertanyaan-pertanyaan singkat untuk mengarahkan
kisahnya. Wawancara tidak dimaksudkan untuk memperlihatkan kepintaran
pewancara. Yang penting ialah keterangan atau pengalaman yang dikisahkan,
jadi semakin kurang suara pewancara didengar dalam rekaman, semakin baik
mutu dari wawancara sejarah lisan.



3. Orang yang diwawancarai
Agar wawancara itu berjalan dengan lancar sebaiknya sebelum wawancara
itu dilaksanakan sebaiknya kita mempelajari latar belakang dari orang tersebut.
Selain itu seorang pewancara harus menguasai materi yang akan ditanyakan.

Untuk mennguasai materi yang akan ditanyakan, sebaiknya pewancara terlebih
dahulu membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan materi pembicaraan.
Kedua sebelum kita melakukan wawancara langsung sebaiknya orang yang
akan kita wawancarai dihubungi terlebih dahulu dan mengadakan perjanjian
kapan wawancara itu dilakukan. Kedua menetapkan pertanyaan-pertanyaan
yang akan kita tanyakan. Sebaiknya kita membuat daftar pertanyaan dan
pertanyaan yang kita ajukan bukan pertanyaan yang jawabannya menghendaki
jawaban berupa “ya” atau “tidak”. Langkah ketiga adalah menyiapkan alat
perekam atau tape recorder. Kita harus terampil menggunakan alat perekam,
jangan sampai pada saat wawancara dilakukan tape recorder tidak berfungsi.
Kita harus menyiapkan berapa kaset yang kita butuhkan. Jumlah kaset yang
kita butuhkan tergantung pada lamanya waktu yang kita lakukan pada saat
wawancara. Informan atau orang pemberi informasi sebaiknya haruslah orang
yang mengetahui atau mengalami langsung peristiwa atau kejadian yang akan
kita teliti atau orang pertama. Pencarian informasi dari orang pertama ini
diharapkan dapat memperoleh sumber yang lebih akurat. Orang yang kita
wawancarai bisa individu maupun kelompok, sedangkan kelompok sosial
informan tergantung pada tema penelitian. Kita dapat mewancarai tokoh, pejabat
atau rakyat biasa. Misalnya, kalau kita ingin membuat biografi seorang tokoh,
maka kita akan mewancarai tokoh tersebut yang kita wawancarai. Kalau kita
menulis suatu peristiwa, misalnya suatu gejolak atau konflik pada suatu daerah,
maka kita dapat mewancari satu kelompok masyarakat yang terlibat langsung
terhadap peristiwa tersebut, bahkan orang-orang biasa atau khalayak yang
terlibat dapat kita wawancarai.


4. Materi wawancara
Materi yang akan kita tanyakan kepada informan tergantung pada masalah
yang akan kita bahas dari tema penelitian. Agar materi atau informasi yang
kita butuhkan sesuai dengan tema penelitian kita, maka kita harus mencari
informan adalah orang yang memang berhubungan langsung dengan tema
penelitian. Misalnya, kita akan menulis sejarah dengan tema perlawanan rakyat
Indonesia pada masa pendudukan Jepang, maka kita harus merumuskan dahulu
apa yang dimaksud perlawanan dalam penelitian itu. Faktor-faktor apakah
yang memengaruhi terjadinya perlawanan, dan lain-lain.
....READ MORE - Langkah-langkah Penelitian Sejarah Lisan

Saturday, June 2, 2012

Peradaban India

Wilayah India adalah sebuah jazirah di Asia Selatan yang tertutup oleh batasbatas
alam, di sebelah utara terbentang pegunungan Himalaya yang tinggi dan
memanjang. Pegunungan itu merupakan benteng alam yang sukar dilalui. Di
sebelah barat mengalir sungai Indus atau Sindhu. Nama India diambil dari
nama Sungai Indus, sedangkan sebutan Hindia diambil dari kata Sindhu. Pantai
sebelah barat dihalangi oleh pegunungan yang curam yang disebut Ghat Barat
dan sepanjang pantai sebelah timur terdapat Ghat Timur. Di lembah pegunungan
Himalaya mengalir sungai Gangga dan Yumuna yang bermuara di teluk
Benggala. Satu-satunya jalan masuk ke India melalui darat melewati celah
antara pegunungan Pamir dengan Hindukusy di bagian barat daya celah itu
disebut celah Kaibar. Bangsa-bangsa pengembara dari luar masuk ke India
melalui celah Kaibar dan menetap di daerah aliran sungai Gangga dan Yumuna
yang subur. Di daerah ini berkembang kebudayaan Hindu.



Berdasakan penelitian Antropologis, pendukung kebudayaan India
adalah bangsa Dravida. Kira-kira tahun 3000 sebelum Masehi,
bangsa Dravida masuk ke India melalui celah Kaibar, mereka
menetap di sekitar aliran sungai Gangga dan Yumuna. Mereka
tidak lama tinggal di sana karena didesak oleh bangsa Arya. Tandatanda
perawakan bangsa Dravida ialah berkulit hitam, pendek,
rambut kriting, hidung tidak mancung. Bangsa Dravida terdesak
oleh Bangsa Arya ke daerah daratan tinggi Dekhan, sebagian
bercampur darah dengan bangsa Arya. Bangsa Arya serumpun
dengan bangsa Eropa, yaitu Indo Jerman. Kawasan sungai
Gangga dan Yamuna disebut Aryavarta, artinya pemukiman
bangsa Arya. Di lembah sungai inilah berkembang kebudayaan
Hindu yang merupakan kebudayaan bangsa Arya. Bangsa Arya
mengaku sebagai bangsa “Mulia”. Untuk menjaga kemurnian
darahnya, bangsa Arya membagi masyarakatnya dalam beberapa
golongan atau kasta, seperti:


a. Kasta Brahmana ialah golongan para ahli agama dan ilmu
pengetahuan. Golongan ini paling dihormati dan biasanya
menjadi penasihat raja.


b. Kasta Waisya ialah golongan pedagang dan petani. Mereka
merupakan golongan yang berusaha, mengeluarkan keringat
untuk menghasilkan perbekalan yang diperlukan oleh semua
golongan.


c. Kasta Ksatria ialah golongan ningrat dan para prajurit.
Golongan inilah yang memegang kekuasaan dan menjalankan
pemerintahan.


d. Kasta Sudra ialah golongan buruh kasar dan hamba sahaya.



Ada pula orang-orang yang “bernoda” dikeluarkan dari kastanya. Mereka
tidak termasuk kasta manapun juga. Mereka golongan masyarakat yang paling
hina, mereka tidak punya hak apapun. Mereka disebut golongan “Paria”.
Agama yang berkembang di India meliputi:


a. Agama Hindu. Agama Hindu memuja dewa-dewa, ada tiga dewa yang
paling terkemuka Dewa Brahma sebagai pencipta alam, Dewa Wisnu
sebagai pemelihara alam, dan Dewa Syiwa sebagai perusak alam. Kitab
sucinya disebut Weda.


b. Agama Buddha. Agama Buddha diajarkan oleh Sidarta Gautama, putra
mahkota kerajaan Kapilawastu di India Utara. Sidarta Gautama
memperoleh pencerahan tentang masalah kehidupan, itulah yang disebut
“Bodh”, sejak itu ia disebut “Budha”, artinya orang yang memperoleh
“Bodh”. Kitab sucinya Tripitaka.
....READ MORE - Peradaban India

Peradaban Cina

Cina dianggap sebagai pusat dunia dan berada di tengah-tengah dunia. Wilayah
Cina terbagi atas tiga bagian, yaitu Cina Utara, Cina Tengah, dan Cina Selatan.
Di Cina utara mengalir Sungai paling besar, yaitu sungai HuangHo yang disebut
juga sungai Kuning, airnya selalu kuning akibat endapan lumpur dan membuat
air sungai keruh. Di lembah sungai HuangHo itulah mula-mula berdiam bangsa
Cina asli. Di situ pulalah tumbuh dan berkembang kebudayaan Cina. Cina
Tengah dialiri sungai Yang tze Kiang. Daerah ini pun dihuni orang-orang Cina

dari Utara. Mereka adalah rakyat biasa. 


Peking merupakan ibu kotanya, sedangkan Nanking di Cina
Tengah merupakan kota kedua. daerah Cina Utara dan
Cina Tengah dipisahkan oleh pegunungan yang sukar
dilalui. Di Cina Selatan terdapat banyak sekali
pegunungan. Daerah itu berbukit-bukit di sebelah
tenggara sampai ke laut. Kanton di Cina Selatan
merupakan kota dagang. Karena keadaan alamnya itu,
maka orang-orang Cina Selatan terutama hidup dari
perdagangan dan banyak berhubungan dengan bangsabangsa
asing. Di sebelah Utara dan barat Negeri Cina
terbentang padang rumput dan padang pasir yang luas.
Di sebelah Barat Daya dan Selatan terdapat
pegunungan yang tinggi. Hubungan darat dengan negeri-negeri di sebelah barat
dilakukan melalui padang rumput dan gurun. Jalan tersebut kemudian terkenal
dengan nama Jalan Sutra.



Ajaran filsafat yang berkembang di Cina, antara lain:


a. Lao Tse. Mengajarkan Taoisme, yang isinya mengajarkan manusia harus
menerima nasibnya. Kitab sucinya Tao Te Ching (surat jalan dan kebaikan)


b. Kung Fu Tse. Ajaran berpokok pada Hsiao artinya kebaktian. Menekankan
ajarannya pada soal pemerintahan dan keluarga.


c. Meng Tse. Mengajarkan demokrasi dan rakyat merupakan pusat segalanya
....READ MORE - Peradaban Cina

Peradaban Yunani

Yunani terletak di ujung selatan jazirah Balkan yang menjorok ke Laut Tengah.
Bentuknya menyerupai jari-jari tangan yang dijulurkan ke Laut Tengah, hal ini
disebabkan tanah tersebut terdiri atas ujung-ujung tanah yang menjulur ke laut
dan teluk di antaranya yang menjorok ke darat. Suku bangsa Yunani terdiri
atas suku bangsa Doria, Aeolia, Acholia, dan Ionia. Di antara keempat suku
bangsa ini, bangsa Ionia yang paling maju. Dari nama Ionia inilah lahir nama
Yunani.




Bangsa Yunani percaya kepada banyak dewa (polytheisme).
Dewa tertingginya Zeus yang berkedudukan di gunung
Olympus. Dewa-dewa lainnya, seperti Minerva (putri Zeus
sebagai dewi ilmu pengetahuan), Aphrodite (dewi
kecantikan), Apollo (dewa penyair dan peramal), serta Aries
(dewa perang). Tiap empat tahun sekali diadakan pesta olah
raga di kota Olympia untuk menghormati dewa Zeus.
Cabang olah raga yang dilombakan atletik, gulat, dan tinju.




Bangsa Yunani terkenal dengan perniagaannya, sehingga
mereka berkenalan dengan kebudayaan Mesir di Afrika
Utara, Palestina, Syiria, serta Mesopotamia di Asia. Mereka
menjadi perantara kebudayaan-kebudayaan daerah ini.
Pulau Kreta merupakan jembatan antara tiga benua dan
pusat-pusat kebudayaan lama, yaitu Afrika Utara (Mesir),
Asia Barat (Funisia), dan Eropa Selatan (Yunani).




Suku bangsa Yunani yang terdiri dari bangsa Doria, Aeolia,
Acholia, dan Ionia saling bermusuhan satu sama lainnya,
terutama bangsa Doria (Sparta) dengan bangsa Ionia
(Athena). Meskipun demikian, mereka tetap menganggap
satu keturunan yang sama, yaitu Hellen. Oleh karena itu,
mereka menyebut dirinya bangsa Hellen. Negerinya disebut
Hellas.




Pada masa pemerintahan Pericles (490429 SM) dibangun
kuil-kuil yang indah untuk para dewa. Di bukit Akropolis
didirikan kuil megah Parthenon, yang diarsiteki Iktianus.
Pujangga Homerus mengarang buku “Illias dan Odyssea”
yang isinya menceritakan perang antara tentara Yunani
dengan Troya.
....READ MORE - Peradaban Yunani

Peradaban Romawi

Peradaban Romawi terletak di negara Italia sekarang yaitu sebuah
negara yang menjulur ke Laut Tengah. Peradaban romawi berada pada
suatu jazirah, yaitu Jazirah Apenia. Jazirah ini seperti sebuah kaki yang
sedang menyepak bola, bolanya adalah pulau Sisilia. Di lembah sungai
Tiber berdiam bangsa lain. Lembah itu merupakan daerah subur yang
terletak di antara tujuh buah bukit. Diperkirakan kota Roma didirikan
pada tahun 750 SM. Roma adalah sebuah negara kota berbentuk republik.
Warga Roma dibagi dua golongan:



a. Golongan warga tertua yang menjadi penduduk
Roma disebut golongan Patrisia. Mereka
memegang kekuasaan dalam pemerintahan kota.


b. Golongan warga Roma pendatang disebut golongan
Plebea.


Bangsa Romawi kuno percaya kepada banyak dewa
(polytheisme). Penyembahan kepada dewa-dewa
berlangsung seperti penyembahan dewa-dewa Yunani,
hanya namanya diganti, misalnya Zeus jadi Yupiter,
Aphrodite menjadi Venus, Aries menjadi Mars, Poseidon
menjadi Neptunus, dan lain-lain.


Kehidupan bangsa Romawi dari hasil pertanian.
Tanahnya berupa pegunungan Aeonia, daerah dataran
rendah yang sempit yang terletak di sepanjang sungai.
Pada abad 8 SM dikuasai bangsa Estruka dan terjadi percampuran darah
dengan bangsa pendatang tersebut. Para pendatang ini lalu mendirikan
polis-polis, di antaranya yang terkenal adalah Roma. Peradaban Romawi
di bedakan menjadi tiga zaman, yaitu:


1. Zaman Kerajaan
Pemerintahan dipegang oleh seorang raja yang mempunyai kekuasaan
absolut. Raja merangkap sebagai panglima perang, hakim tertinggi, dan
kepala agama. Raja bersama-sama senat membentuk undang-undang.
Senat beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum bangsawan dan
rakyat biasa.





2. Zaman Republik
Pemerintahan dipegang oleh seorang konsul yang berasal dari golongan
bangsawan untuk masa jabatan dua tahun. Ada empat orang anggota dewan
yang mempunyai hak veto yang disebut Tribune plebis, kelompok ini dapat
membatalkan keputusan. Urusan agama dipegang oleh badan tingkat pusat
yang disebut Pontifex maximus.


Republik Roma meluaskan wilayahnya ke seluruh kawasan Italia, Yunani, dan
Asia Kecil. Daerah Galia (Prancis) menjadi wilayahnya juga, akan tetapi lautnya
masih dikuasai oleh orang-orang Funisia yang berkedudukan di Karthago. Hal
ini menimbulkan pertentangan antara Romawi dengan Funisia. Perang pertama
terjadi pada tahun 264 – 241 SM, Karthago dapat dikalahkan. Perang kedua
terjadi pada tahun 218 – 201 SM. Karthago di bawah pimpinan Hanibal berhasil
menduduki Italia Selatan. Tetapi pada tahun 146 SM Karthago dapat
dihancurkan pasukan Romawi di bawah pimpinan Scipio Africanus. Dengan
demikian, wilayah Romawi sangat luas yang meliputi seluruh daerah di sekitar
Laut Tengah, Spanyol, Prancis, Inggris Selatan, Eropa Barat dan Tenggara,
Asia Kecil, Timur Tengah, Arab, Mesir, dan Afrika Utara.


3. Zaman Kekaisaran
Perebutan kekuasaan antara senat dengan panglima perang sering terjadi. Pada
tahun 44 SM kekuasaan jatuh ke tangan tiga serangkai, yaitu Pompeyus, Crasus,
dan Julius Caesar. Mereka terkenal dengan sebutan Triumvirat I. Mereka
berhasil mengatasi keadaan, tetapi setelah Julius Caesar terbunuh, muncul lagi
kekacauan. Pada tahun 43 SM muncul Triumvirat II, yaitu Anthonius, Lepidus,
dan Octavianus. Triumvirat II berhasil merebut kekuasaan. Daerahnya dibagibagi;
Anthonius mendapat Asia Kecil dan Mesir, Lepidus mendapat Afrika
Utara, dan Octavianus mendapat Yunani hingga Spanyol. Karena saling curiga,
timbul perpecahan. Dalam perang saudara ini Octavianus muncul sebagai
pemenang. Sejak itu Romawi berubah menjadi kekaisaran.
Selain menjabat sebagai kaisar, Octavianus merangkap sebagai panglima
tertinggi dan kepala agama. Ia dianggap sebagai keturunan dewa sehingga
diberi gelar Augustus yang artinya yang amat mulia. Kaisar-kaisar penggantinya,
yaitu Vespasianus, Handrianus, Anthonius, Markus Aurelius. Pada masa kaisar
Konstantinus ibu kota Romawi dipindahkan ke Byzantium yang kemudian disebut
Konstantinopel. Untuk menghindari perpecahan pada tahun 395 M, kaisar
Theodosius membagi Romawi menjadi dua, yaitu Romawi Barat ibu kotanya
di Roma dan Romawi Timur ibu kotanya di Konstantinopel.
....READ MORE - Peradaban Romawi

Friday, June 1, 2012

Membuat Yoghurt

Banyak orang suka minum susu tanpa gula, tetapi ada pula yang lebih
suka minum air susu bergula. Di beberapa negara air susu sedikit masam
merupakan minuman rakyat yang sangat digemari. Banyak orang yang
beranggapan, bahwa minum susu sedikit masam menyebabkan awet muda.
Air susu demikian itu di Mesir terkenal sebagai kumis, di Eropa Timur
sebagai yoghurt.


Yoghurt adalah suatu minuman yang dibuat dari susu sapi dengan cara
fermentasi oleh bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.
Bakteri ini adalah bakteri asam laktat yang mengubah laktosa dari susu
biasa menjadi asam laktat.


Keasaman dari susu yang difermentasi pada umumnya cukup untuk
mencegah kerusakan oleh bakteri proteolitik yang tidak tahan asam. Setelah
mencapai tingkat keasaman dalam minuman tersebut maka dilakukan
pendinginan.


Selain dibuat dari susu segar, yoghurt dapat juga dibuat dari susu krim
(susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan
bergantung pada kekentalan produk yang diinginkan.
Yoghurt umumnya disajikan dengan menambah terlebih dahulu
campuran lain, seperti gula, sirup, ataupun kopi (ekstrak kopi). Penambahan
campuran-campuran ini tergantung selera. Adanya campuran-campuran
tersebut selain menambah kelezatan sering kali memperindah penampakan
sehingga mempertinggi mutunya. Kadang-kadang dalam pembuatannya
dapat ditambahkan aroma vanili, mocca, durian, dan nanas. Ini yang disebut
flavoured yoghurt. Pada flavoured yoghurt cukup ditambah gula dan bisa
langsung disajikan.


Produk-produk yang telah habis masa inkubasinya sebaiknya disimpan
di lemari pendingin, karena dengan demikian fermentasi tidak berlangsung
sehingga produk dapat disimpan lebih lama. Produk yang telah jadi dan
bagus, dapat digunakan sebagai starter pada pembuatan yoghurt selanjutnya.


1. Membuat Kelompok


Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang.


2. Menyusun Jadwal Kegiatan


Susunlah jadwal kegiatan pembuat yoghurt ini. Buatlah jadwal selama
4–5 minggu untuk persiapan alat dan bahan serta proses pengerjaan.


3. Alat dan Bahan


a. Panci penangas
b. Seperangkat alat titrasi
c. Erlenmeyer 500 ml
d. Thermometer
e. Pengaduk kaca
f. Pembakar spiritus
g. Gelas ukur
h. Kertas alumunium foil
i. Susu sapi
j. Susu krim

k. Bibit/starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
l. NaOH
m. Indikator Phenofthalein


4. Cara Pengerjaan


a. Pembuatan yoghurt


1. Panaskan 500 ml susu segar dengan cara memasukkan susu ke
dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah berisi air (seperti membuat nasi
tim) hingga suhunya kurang lebih 90°C selama 15 menit.
2. Susu didinginkan sampai suhu mencapai 45°C, lalu ditambahkan
starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut.
3. Campuran diletakkan ke dalam wadah-wadah steril yang sudah
disiapkan, kemudian tutup dengan alumunium foil dan
diinkubasikan pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu
kamar selama 18 jam.
4. Setelah inkubasi selesai, yoghurt yang dihasilkan segera
didinginkan dalam lemari es atau dipastuerisasikan pada suhu
65°C selam 30 menit agar fermentasi tidak terus berlanjut.
5. Pengamatan dilakukan dengan melihat harga pH, kandungan
asam laktat, rasa, jumlah mikroba, protein, dan kandungan
laktosanya.
6. Jika akan dikonsumsi bisa dicampur dengan sirup atau dengan
gula secukupnya.


b. Pembuatan bibit (starter) yoghurt


1. Campurkan susu segar dan susu bubuk skim (7,5% dari susu
segar) hingga merata.
2. Panaskan campuran susu tersebut dengan cara memasukkan susu
ke dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah berisi air hingga suhunya kurang
lebih 90°C selama 15 menit.
3. Selanjutnya, dilakukan pendinginan sampa suhu mencapai
kurang lebih 43°C.
4. Masukkan bibit (starter) sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit
sambil diaduk supaya larut.
5. Tutup dengan alumunium foil, peram hingga terjadi gumpalan
padat pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu kamar selama
18–20 jam.
6. Setelah pemeraman selesai, simpan dalam lemari es dan
dikeluarkan hanya pada saat digunakan.
....READ MORE - Membuat Yoghurt

Peranan Bakteri bagi Kehidupan Manusia

Bakteri pada umumnya adalah heterotrof. Namun, ada juga bakteri yang
autotrof, seperti bakteri kemosintetik. Bakteri ini mendapat energi melalui
reaksi kombinasi oksigen dengan molekul anorganik, seperti sulfur, nitrit,
atau amonia. Dalam prosesnya, mereka melepaskan sulfur atau nitrat, yang
merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan, ke dalam tanah.


Beberapa bakteri juga memiliki kemampuan untuk memecah selulosa,
komponen utama pembentuk dinding sel tumbuhan. Terdapat bakteri yang
memiliki simbiosis (hubungan hidup bersama) dengan mamalia ruminansia
(memamah biak, seperti sapi, kambing, domba). Bakteri ini hidup di saluran
pencernaan hewan memamah biak dan membantu mencerna makanan
berserat seperti rerumputan yang tidak dapat dicerna sendiri oleh hewan
tersebut. Simbiosis bakteri ini juga terdapat di dalam pencernaan Anda.
Bakteri ini menguraikan makanan yang tidak dapat tercerna dan mensintesis
vitamin seperti vitamin K dan B12.


Cyanobacteria mempunyai peranan dalam kehidupan manusia. Misalnya,
dalam ekosistem, Cyanobacteria berperan sebagai produsen dan makanan
bagi ikan-ikan kecil dan udang-udang kecil. Cyanobacteria juga dapat dijadikan
makanan. Contohnya Spirulina yang dapat dijadikan sumber makanan alternatif
dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi.


Anabaena, Cyanobacteria bersel satu, dapat bersimbiosis dengan paku
air Azolla pinnata. Anabaena mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga
perairan cukup mengandung senyawa nitrogen yang dapat langsung
digunakan oleh tumbuhan lain. Anabaena dapat ditemukan di sawah-sawah
yang berair atau kolam yang dangkal.



Jenis simbiosis lain terjadi pada tumbuhan Leguminoseae dengan bakteri
pengikat nitrogen yang hidup pada nodul akar tumbuhan tersebut. Bakteri
ini menangkap gas nitrogen (N2) yang tidak dapat digunakan secara langsung
oleh tumbuhan dari udara dalam tanah. Kemudian, bakteri tersebut
menggabungkan nitrogen dengan hidrogen untuk menghasilkan amonium
(NH4+) yang merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan.


Bakteri juga memiliki peranan yang penting dalam produksi makanan
bagi manusia, seperti dalam pembuatan keju, yoghurt, cuka, dan asinan.
Pada umumnya, proses produksi makanan dilakukan dengan bantuan bakteri
melalui proses fermentasi. Proses fermentasi merupakan proses perombakan
senyawa organik kompleks menjadi senyawa organik sederhana secara
enzimatik dan anaerobik. Dalam proses anaerobik tidak memerlukan oksigen,
sedangkan aerobik memerlukan adanya oksigen.


Beberapa bakteri heterotrofik menggunakan energi dengan memecah
molekul organik yang kompleks (molekul yang mengandung karbon).
Manusia telah mampu memproduksi berbagai bahan berguna, namun dapat
berbahaya pula bagi lingkungan, misalnya detergen dan larutan beracun
benzen. Bakteri dapat mendegradasi bahan-bahan berbahaya ini. Istilah
biodegradable (artinya dapat dipecah oleh makhluk hidup) menunjukkan
hasil kerja dari bakteri pengurai bahan-bahan tersebut. Penggunaan agen
hayati sebagai pengurai limbah disebut bioremediasi.


Bakteri juga memegang peranan penting dalam siklus hidup ekosistem.
Bakteri memecah sampah dan jasad mati dari tumbuhan dan hewan serta
melepaskan nutrisi penting untuk digunakan kembali oleh makhluk hidupnya.
Selain memiliki berbagai manfaat, bakteri juga ada yang dapat


membahayakan kesehatan manusia. Bakteri penyebab penyakit disebut juga
bakteri patogen. Bakteri ini menyintesis substansi beracun yang dapat
menyebabkan penyakit. Contohnya, Clostridium tetani dan Clostridium
botulinum yang menyebabkan tetanus dan botulism (keracunan makanan
yang dapat menyebabkan kematian). Bakteri anaerob ini dapat bertahan
hidup dalam bentuk spora apabila berada di lingkungan yang tidak
menguntungkan.


Spora Clostridium tetani memasuki tubuh melalui luka atau tusukan.
Setelah luka menutup, spora bakteri akan pecah. Ketika mereka melakukan
perbanyakan diri, bakteri melepaskan racun yang memasuki aliran darah.
Karena sifat patogen dan dapat menyebabkan kematian, banyak bakteri
yang disalahgunakan. Penggunaan bakteri sebagai senjata biologis
dikembangkan oleh militer dan telah banyak menimbulkan korban jiwa.
Bakteri Yersina pestis, penyebab penyakit pes, telah digunakan pada perang
pada abad pertengahan.
....READ MORE - Peranan Bakteri bagi Kehidupan Manusia

Sejarah Politik

Sejak muncul ilmu sejarah, nampaknya bidang politik sentiasa menjadi perhatian
utama. Hal ini karena sejarah seringkali diungkap sebagai politik masa lampau.
Bahkan dikatakan bahwa sejarawan pada masa lampau cenderung melihat 

aspek politik sebagai faktor penggerak yang mengubah perjalanan sejarah
manusia. Politik biasanya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan
kekuasaan. Dalam kekuasaan terdapat berbagai komponen misalkan penguasa
atau pemerintah, sistem pemerintahan, parlemen, undang-undang, partai politik,
negara, kerajaan, dan lain-lain. Penulisan sejarah yang bertemakan komponen
komponen tersebut biasanya dinilai sebagai sejarah politik.


Penulisan sejarah politik biasanya menampilkan peran-peran “orang besar”,
maksudnya adalah orang-orang yang memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap kekuasaan. Dalam sejarah politik, “orang-orang besar” dianggap
sebagai kekuatan yang menentukan jalannya sejarah. “Orang-orang besar”
misalnya raja atau pemimpin negara, misalnya Hitler, Kaisar Hirohito, dan
Musolini.
....READ MORE - Sejarah Politik

Sejarah Sosial

Sejarah sosial adalah sejarah tentang masyarakat. Menurut pendapat sejarawan
Belanda, P.J Blok, bahwa sejarah sosial ialah the history of the people. Ia
mengkaji mengenai pola-pola kebudayaan masyarakat manusia, terutama yang
memperlihatkan aspek-aspek sosial di dalamnya. Antara aspek-aspek yang
termasuk dalam bidang ini meliputi kebudayaan, kesenian, kesusastraan, agama,
ekonomi, pendidikan, perundangan, pemikiran, keluarga, perempuan, etnik, dan

sebagainya. Masyarakat dilihat sebagai suatu keseluruhan, sebagai bentukan
sosial atau sebagai struktur dan proses. Bagaimanakah suatu struktur
masyarakat berubah dalam suatu kurun waktu tertentu, merupakan kajian
sejarah sosial. Berbagai aspek kehidupan bisa dilihat sebagai bagian dari
kenyataan sosial hidup manusia.


Nana Supriatna (1997), mengemukakan bahwa sejarah sosial merupakan
sejarah yang mengkaji masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan,
kebodohan, keterbelakangan dan kemerosotan moral. Masalah-masalah yang
berhubungan dengan kepincangan-kepincangan dalam pengadaan pangan,
sandang, perumahan, kesehatan dan pendidikan menjadi fokus kajian sejarah
sosial. Demikian juga dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan
perubahan sosial, perubahan tata nilai, agama dan tradisi kebudayaan yang
juga ikut berpengaruh terhadap timbulnya masalah sosial.



Dengan demikian sejarah sosial merupakan suatu kajian sejarah tidak hanya
menyoroti masalah pertentangan atau gerakan sosial, melainkan berbagai
fenomena yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Kelahiran sejarah sosial
pada mulanya merupakan respon terhadap penulisan sejarah yang lebih
menekankan pada pendekatan politik. Maksud dari pendekatan ini adalah
sejarah yang hanya menampilkan “orang-orang” besar, misalnya para raja,
penguasa, negara, kerajaan, dan lain-lain. Pendekatan yang bersifat politik
memberikan kesan bahwa “orang-orang besarlah” yang berperan dalam
sejarah. “Orang-orang kecil” dianggap kurang penting dalam sejarah.


Sartono Kartodirdjo (1993) memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai
tipologi gerakan sosial, yaitu:


1. Gerakan Millenarianisme merupakan gerakan petani yang mengharapkan
kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Mereka yakin
bahwa gerakannya akan berhasil, maka akan tercipta perdamaian dan
kebahagiaan yang sempurna bahwa akan tercipta negara yang maju adil
dan makmur yang berada di bawah kepemimpinan yang adil dan jujur
percaya ramalan Jayabaya yang kelak akan tercipta negara yang aman
dan makmur di bawah seorang ratu adil yang akan membebaskan para
petani dari segala penderitaan yang dialami sekarang.


2. Gerakan mesianisme merupakan gerakan petani yang memperjuangkan
datangnya seorang juru selamat, ratu adil yang akan menegakkan keadilan
dan perdamaian dalam sebuah negara yang makmur dipengaruhi oleh mitos
Jawa tentang munculnya ratu adil yang merupakan raja kebenaran, yang
akan membebaskan rakyat dari segala penyakit, kelaparan dan setiap jenis
kejahatan yang percaya kedatangan raja yang adil ini ditandai dengan
bencana alam, menurunnya martabat, kemelaratan, dan penderitaan.



3. Gerakan nativisme merupakan gerakan petani yang menginginkan
bangkitnya kejayaan masa lampau yang dipimpin oleh raja yang adil dan
memperhatikan kesejahteraan rakyat. Gerakan ini lebih kepribumian
dengan menginginkan tampilnya seorang pribumi sebagai penguasa yang
adil seperti terjadi pada masa sebelum datangnya penjajah.


4. Gerakan fisabilillah/perang jihad dimana unsur Islam menjadi dasar bagi
gerakan radikalisme agraria. Motivasi untuk menciptakan kondisi sosial,
ekonomi, dan budaya yang berdasarkan ajaran agama Islam serta mengusir
penjajah asing yang kafir. Gerakan ini sangat radikal karena selalu
mengantagoniskan lawan sebagai musuh yang bertentangan dengan ajaran
Islam. Gerakan ini yakin bahwa apabila mereka mati dalam perlawanan
terhadap penguasa kafir maka kelak mereka akan mati syahid dan masuk
syurga.


Michael Adas (1988) mengemukakan bahwa terjadinya gerakan sosial itu
disebabkan oleh:


1. Adanya ketidakpuasan yang timbul dari pengalaman pribadi dan dendam
partisipan yang dihasilkan oleh kondisi kehidupan mereka sehari-hari
(dianalisis dengan teori deprivasi relatif) yaitu adanya persepsi atas
penyimpangan antara harapan dan kapasitas ini menimbulkan deprivasi
perasaan (sense of deprivation) yang secara relatif dan kolektif telah
dialami yang membandingkan status dan kemampuan mereka satu sama
lain terhadap orang-orang yang ada pada zaman sebelumnya sehingga
tercipta standar baru yang menyebabkan tekanan dan keputusasaan yang
berat dan merata sehingga timbul gerakan protes kolektif yang
direncanakan untuk memperbaiki ketegangan dengan menutup kesenjangan
antara pengharapan partisipan dan kapasitas mereka. Tuntutan ekonomi
sebagai pusat dalam satu kasus, tetapi ancaman terhadap kepercayaan
keagamaan/status sosial pun penting.


2. Adanya birokrasi kolonial dan pergantian di kalangan elit yaitu masalah
keabsahan sebagai dampak administrasi kolonial yang meluas jauh di luar
pengaruh yang paling nyata terhadap para pemimpin pribumi pada tingkat
yang berbeda-beda.


3. Adanya Pergantian kekuasaan, legitiminasi dan deprivasi relatif yaitu
munculnya perasaan terdeprevisasi secara cepat dirasakan oleh kelompokkelompok
elit yang digantikan kekuasaan atau dipilih kembali sekadar
sebagai pelengkap bagi agen kolonial yang menggantikan dan merampas
kekuasaan mereka.


4. Adanya paksaan bagi koloni untuk membayar tanah, buruh dan pajak yang
disebabkan karena pembentukan sistem administratif dan hukum kolonial
yang merupakan respon dari kebutuhan kapitalisme Laissez-Faire sangat
penting bagi tujuan memaksa koloni untuk membayar salah satunya dengan
tanam paksa.


5. Adanya pemerasan, pertikaian etnik dan deprivasi relatif. Gerakan
revolusioner yang disebabkan karena terjadinya penindasan yang kejam
dan kemiskinan yang menghimpit tidak selalu menggerakkan orang untuk
memberontak karena potensi protes sosial dengan kekerasan lebih
berhubungan dengan defrivasi relatif daripada absolut. Penguasa kolonial
Eropa, melalui pengunaan kekuasaan militer dan teknologi komunikasi yang
lebih unggul dapat meningkatkan berbagai tuntutan yang dibebankan
kepada rakyat petani dalam bentuk jasa buruh dan sejumlah produk. Di
bawah pemerintahan kolonial kerangka pemikiran ekonomi yang
berorientasi swasembada dipertahankan dan orang Eropa selalu bertindak
secara tidak langsung melalui perantara orang pribumi non-Eropa dan
imigran.
....READ MORE - Sejarah Sosial

Info Lainnya