Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Monday, August 31, 2015

Lagu Lagu TNI

Mars KOPASSUS
Komando panji buana abdi nusa dan bangsa
Berpedoman satya dharma tri bhuana chandraca
Pengawal tujuan kita membela keadilan
Siap siaga waspada majulah maju

Bersumpah kesatuan kita baret merah berjuang
Ksatria dan perwira cita rasa dan karsa
Majulah maju serentak bhayangkari Negara
Prajurit para komando Indonesia


Mars Brigif 6
Kami prajurit yang gagah berani bersendikan Saptamarga
Semangat bekerja dan selalu siaga menghancurkan lebur sisa lawan
Dikit dan sentosa mencita-cita menuju kejayaan bangsa
Trisakti walang jaya dan ramah sentosa
Buat kita perkasa

Mars Candra Dimuka
Ku digodok dalam lembah hutan gunung kudaki
Sungai sebagai jalanku tak pernah keluh kesah
Bagai kilat yang menyambar penghalang kuhancurkan
Demi bangsa dan Negara jiwa kupersembahkan
Marinir Marinir pembaretan Marinir yang kutunggu
Marinir Marinir semoga engkau jaya selamanya

Mars Gagah Perkasa
Tangan gagah perkasa seirama dan satu suara
Sambil bernyanyi lagu hura-hura itulah kami prajurit lintas udara
Ayunkan kakimu kiri dan kanan atur langkah jaga kerapihan
Jangan sampai merusak barisan
pandangan sapta harus diluruskan
pandangan sapta harus diluruskan

Mars Garuda
Kami prajurit Indonesia kami siap membela Negara
Kami rela kami bangga amanat bangsa tugas utama
Kami siap kami sedia kami yakin tuhan beserta kita
Tiada ragu tiada bimbang berani ciri utama kita
Prajurit garuda kehormatan bangsa di pundak kita

Kami akan jaga tingkah laku kami
Disiplin inti kehormatan kami
Nama rakyat nama bangsa
Kami bela sampai mati kami rela kami bangga
Kami yakin tuhan beserta kita
Maju maju pantang mundur demi bhakti untuk nusa dan bangsa
Prajurit garuda kehormatan bangsa di pundak kita


Mars Kostrad
Prajurit dharma putra kostrad pengemban ampera sejati
Setiap musim dan dimedan apapun siap gempur maju pantang mundur
Ksatria  terpilih yang ibadah tuhan yang maha esa
Berani suci dan tenang serta agung sakti abadi
Bhayangkari nusa dan bangsa Indonesia berasa pancasila
Dengan saptamarga teguhkan iman rela berkorban jiwa raga


Mars Marinir
Bergerak serentak pantang mundur sejejak itu pedoman kita
Dibawah kibaran bendera dan panjimu ayo terus bergerak maju
Tunjukkan berani perliatkan perkasamu dengan semangat baru
Lautan terjaga daratan sentosa Negara sejahtera
Jalesu bhuyamca jayamahe itulah semboyan marinir yang jaya


Mars Pantang Menyerah
Tiada gunung terlalu tinggi buat kami daki disiang hari
Tiada jurang terlalu dalam buat kami turuni dimalam gelap
Hutan rimba padang lalang kususuri jalanan jauh
Panas terik hujan berangin majulah ayo maju
Otot otot hati kami karena terlatihnya
Pasukan lintas udara menyapu lawan semua


Mars Tinggalkan Ayah Ibu
Tinggalkan ayah tinggalkan ibu izinkan kami pergi berjuang
Dibawah kibaran sang merah putih majulah ayo maju menyerbu (serbu)
Tidak kembali pulang sebelum kita menang (pasti menang)
Walau mayat terdampar dimedan perang untuk bangsa kami kan berjuang

Maju ayo maju ayo terus maju singkirkan lah dia (dia dia dia)
Kikis habislah mereka musuh Negara
Wahai kawanku prajurit saptamarga
Dimana engkau berada terus kan perjuangan para pahlawan
Demi bangsa kami kan berjuang


Mars Arhanud
Derap langkah kaki menghentak kobarkan semangat arhanud
Bangkitkan dirimu demi nusa dan bangsa harumkan nama negrimu
Pundak pundak sagala sakti prajurit pengawal angkasa sakti
Pedoman ada ditekad dalam hati dengan saptamarga sumpah prajurit
Pancasila landasan abadi

Artileri pertahanan udara pengawal angkasa nusantara
Siap hancurkan musuh yang datang
Jayalah negriku Indonesia


Mars TNI
Tentara nasional indonesia
Siap mempertahankan Negara
Dengan sumpah prajurit dan sapta marga
Kobarkan semangat pancasila

Tentara nasional Indonesia
Siap membela nusa dan bangsa
Membangun persatuan dan kesatuan
Didarat dilaut diudara

Prajurit TNI patriot nusantara
Bersama rakyat bangun negeri tercinta
Negara republik Indonesia


Mars TNI AD
Derap maju melangkah pasti
Angkatan darat putra pertiwi
Dibawah panji garuda sakti
Kartika eka paksi

Saptamarga sumpah prajurit
Pedoman luhur janji nan suci
Rela berkorban jiwa dan raga
Bhayangkari Negara

Insan pancasila teguh dalam iman merah putih jiwa raganya
Semangat membara manunggal dengan rakyat
Membangun nusa bangsa
Angkatan darat benteng Negara setia mengemban amanat bangsa
ksatria perkasa gagah perwira jayalah angkatan darat


Mars Semerah Darah
Semerah darah sebening air mata
Itu semboyan kita
Majulah ayo maju pantang menyerah
Sebelum kita menang
Ingatlah selalu akan tugas wajibmu
Serta insan yang sadar
Junjunglah derajat nama korps kita
Marinir tetap jaya


Mars Penerjunan
Bila apel malam telah tiba
Segera adakan penerjuan
Hatiku dag dig dug tak karuan
Memikirkan nasib seseorang

Bila aku peloncat pertama
Segera berdiri depan pintu
Pandangan tetap lurus ke depan
Sikap exit jangan dilupakan

Bila payung sudah mengembang
Segera periksa kiri kanan
Hindari tabrakan sama kawan
Tarik kemudi depan belakang

Bila payung tidak mengembang
Segera tarik payung cadangan
Bila itupun tidak mengembang
Serahkan nyawamu pada tuhan

Jangan ragu ataupun bimbang
Jangan ragu ataupun bimbang
Jangan ragu ataupun bimbang
Payung pasti mengembang

Kaki rapat kepala simpan
Kaki rapat kepala simpan
Kaki rapat kepala simpan
Siap untuk mendarat


Mars TNI AL
Angkatan laut Indonesia
Pengawal samudera raya
Berjuang bela bumi persada
Demi kejayaan nusantara

Prajuri laut putra samudera
Bernafaskan Tri sila
Gagah berani pantang menyerah
Bersemangat pancasila

Terjang walau badai menghadang
Hancurkan rintangan teguh pada tujuan
Terus kobarkan semangatmu
Kibarkan bendera kewajiban
Jalasveva Jayamahe


Mars TNI-2
Majulah majulah TNI-ku Tentara Nasional Indonesia
TNI melindungi bangsa dan Negara betapa luasnya negeri kita
TNI darat laut dan udara
Jasamu takkan kami lupakan majulah TNI-ku bersama
TNI siap ditugaskan dimana saja demi keutuhan Negara Indonesia

Kau rela berkorban demi bangsa dan Negara
Walaupun kau pulang tinggal nama
Tapi semua itu tiada gentar atau lelah
Demi menjaga Indonesia yang tercinta

Hymne Kopassus
Sigap nan tegap waspada dan wibawa
Prajurit komando berjiwa ksatria
Demi nusa bangsa dan Negara
Pantang dan menyerah dimedan laga

Dibawah kibaran dwi warna sang panji
Diatas persada negeri kami
Demi Tuhan kami ini berjanji
Rela binasa membela ibu pertiwi

Indonesia kami puja tanah air kami cinta
Baret merah jiwa hamba sudah janji kita semua
Lebih baik pulang nama daripada gagal dimedan laga

Mars Penyamaran
Kuambil rumput diladang
Kujadikan penyamaran
Wajah tampan kurubah menjadi seram
Agar tak mudah dikenal

Bergerak bergempur
Marinir pantang mundur
Tidak perlu dengan peluru berhambur
Cukup dengan pisau sangkur


Mars Long March
Long march adalah jalan jauh
Yang harus kita tempuh
Dengan semangat yang riang
Naik gunung (naik gunung) turun gunung (turun gunung)
Tiada mengenal lelah
Kaki lecet sepatu dipundak
Kalau kau march haus dahaga
Berucapkan badan gemetar tetapi tetap usaha
Siap tunggu perintah


Mars Raider
Pasukan berbaju loreng pasukan yang utama
Selalu siap sedia membela nusa bangsa
Menggempur musuh durjana
Penegak saptamarga perintis kemajuannya
Angkatan perang seluruhnya

Marilah kita berlatih
Di darat dan di samudera
Meloncat dari udara
Itu pasukan Raider

Mars Sapta Marga
Tinggalkan orang tua dan saudara
Menuju basis komando Marinir
Tempatnya tempat para pemuda
Tuk menjadi prajurit Saptamarga

Demi Negara dan bangsaku mengabdi
Walau apapun yang akan terjadi
Tempat apapun aku tak sudi
Demi Negara aku rela mati
....READ MORE - Lagu Lagu TNI

Monday, September 10, 2012

Sejarah sebagai Ilmu


Sejarah sebagai ilmu baru lahir pada awal abad ke-20. Pada waktu
itu tengah terjadi perdebatan ilmiah di antara ilmuwan tentang
sejarah. Perdebatan ini terjadi di Jerman pertama kali, melibatkan
para ahli filsafat dan sejarawan. Yang diperdebatkan adalah apakah
sejarah dapat digolongkan sebagai cabang ilmu pengetahuan atau
merupakan sebuah seni.
Ilmu sejarah sendiri sudah mulai berkembang pada abad ke-
19, seiring dengan perkembangan ilmu dan sains yang lainnya.
Pengetahuan sejarah ini mencakup kondisi atau situasi manusia
pada suatu masa yang hidup dalam jenjang sosial tertentu. Ilmu
sejarah berusaha mencari hukum-hukum yang mengendalikan
manusia dan kehidupannya dan juga mencari penyebab timbulnya
perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia.
Sejarah sebagai cabang ilmu pengetahuan hendaknya dibahas
dan dibuktikan secara keilmuan (ilmiah). Untuk membuktikan
keilmiahannya, dalam menganalisis sejarah seyogyanya digunakan
berbagai standar dan metode-metode ilmiah. Dengan demikian,
kesahihan penelitian sejarah dapat dipertanggung-jawabkan secara
moral dan keilmuwan. Oleh karena itu, ketika akan mempelajari
sebuah objek sejarah maka harus dibuat metode ilmiah secara
sistematis dengan tujuan memperoleh kebenaran sejarah.
Sejarah sebagai ilmu adalah suatu susunan pengetahuan (a
body of Knowledge) tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di
masyarakat manusia pada masa lampau yang disusun secara

sistematis dan metodis berdasarkan asas-asas, prosedur dan
metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para pakar sejarah.
Sejarah sebagai ilmu mempelajari sejarah sebagai aktualitas dan
mengadakan penelitian serta pengkajian tentang peristiwa dan
cerita sejarah. Sejarah sebagai ilmu juga menjelaskan pengetahuan
tentang masa lalu yang berusaha menentukan dan mewariskan
pengetahuan mengenai masa lalu suatu masyarakat tertentu. Ada
beberapa ciri ketika sejarah dikategorikan sebagai ilmu:

(a) Empiris
Sejarah sangat berkaitan dengan pengalaman manusia.
Pengalaman tersebut direkam dalam dokumen dari
peninggalan-peninggalan sejarah lainnya. Sumber-sumber
tersebut kemudian diteliti oleh para sejarawan untuk bisa
dijadikan fakta. Fakta-fakta itulah yang kemudian
diinterpretasikan dan dilakukan penulisan sejarah.

(b) Memiliki Objek
Setiap ilmu pengetahuan tentunya harus memiliki tujuan
dan objek materi atau sasaran yang jelas dan memiliki
perbedaan dengan dengan ilmu yang lain. Sebagai mana
umumnya ilmu-ilmu lain, yang menjadi objek dalam kajian
sejarah adalah manusia dan masyarakat pada kurun waktu
tertentu.

(c) Memiliki Teori
Ilmu pengetahuan sosial pada umumnya memiliki teori-teori
tertentu. Sejarah mempunyai teori yang berisi yang berisi
kaidah-kaidah pokok suatu ilmu. Seperti misalnya teori yang
dikemukakan oleh Arnold Toynbee mengenai teori Challenge
and Response.

(d) Memiliki Metode
Dalam rangka penelitian, sejarah mempunyai metode
tersendiri dengan melakukan pengamatan yang sistematis.
Ini untuk menghindari suatu pernyataan tidak didukung
oleh bukti-bukti yang kuat maka pernyataan tersebut itu bisa
ditolak. Dengan menggunanan metode sejarah yang tepat
seorang sejarawan bisa meminimalisir kesalahan dan dapat
membuat kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan.

....READ MORE - Sejarah sebagai Ilmu

Sejarah sebagai Seni


Sejarah pun dapat berperan sebagai seni yang mengedepankan
nilai estetika. Jadi, sejarah dalam hal ini bukanlah dipandang dari
segi etika atau logika. Menurut pemikiran Dithley, seorang
sejarawan dan filsuf modern, sejarah adalah pengetahuan tentang
cita rasa. Sejarah tidak saja mempelajari segala yang bergerak dan
berubah yang tampak dipermukaan, namun juga mempelajari
motivasi yang mendorong terjadinya perubahan itu bagi si pelaku
sejarah. Ia mempelajari suatu proses dinamis kehidupan manusiayang di dalamnya terlihat adanya hubungan sebab-akibat yang
lumayan rumit. Dithley meragukan teori yang diungkapkan
Comte, Mills, dan Spencer yang menyatakan bahwa metode ilmu
alam dapat dipergunakan dalam mempelajari sejarah tanpa
modifikasi berkelanjutan.
Memang benar bahwa sejarah dapat digali melalui metode
ilmiah. Akan tetapi, sejarah itu sendiri memiliki jiwa atau roh,
yang tak lain adalah jiwa yang terdapat dalam diri manusia sebagai
pelaku sejarah. Jiwalah yang merupakan nyala api manusia dalam
kehidupannya. Pendekatan terhadap jiwa sejarah ini hanya dapat
dilakukan oleh seni. Jika suatu peristiwa sejarah tak dapat lagi
dibuktikan melalui metode ilmiah maka seorang sejarawan
diharapkan mampu mengungkap apa yang tersirat dalam
peristiwa itu melalui daya imajinasi. Imajinasi ini sangat
diperlukan dalam menginterpretasikan sejarah ketika data-data,
jejak-jejak, dan informasi sejarah dirasa belum cukup dalam
menafsirkan peristiwa sejarah.
Melalui pendekatan seni, fakta sejarah akan menjadi lebih
hidup dan bernyawa. Kita pun akan lebih menghayati kejadian
sejarah, dapat lebih menghargai tokoh atau manusia yang terjun
langsung dalam tragedi dan peristiwa sejarah. Kita bisa lebih
menghayati momentum sejarah, misalnya, dengan membaca
sastra-sejarah (biasanya dalam bentuk novel, roman).
Misalnya dengan membaca novel Arus Balik karya sastrawan
Pramoedya Ananta Toer, yang menceritakan perubahan politik
yang terjadi di Nusantara pada masa Kerajaan Demak mendominasi
Kepulauan Nusantara, ketika bangsa Portugis (Peringgi) telah

menguasai Selat Malaka. Meskipun tokoh utama dalam novel ini
(Wiranggaleng dan Idayu) bersifat fiktif, namun sebagian tokoh
lainnya adalah pelaku sejarah yang nyata. Dengan membaca novelsejarah,
kita juga akan membaca sejarah sebagai kisah dan peristiwa,
di samping sebagai seni tentunya. Sejarah sebagai seni dapat
menuntun kita kepada realitas bahwa pelaku sejarah adalah
manusia juga seperti kita yang memiliki rasa cinta, persahabatan,
tanggung jawab sebagai individu dan selaku warga negara.
Melaluinya kita dapat melihat pula kelemahan, rasa takut, sedih,
dan kecewa dari mereka para pelaku sejarah. Dengan demikian,
sejarah akan menjadi sajian yang kering bila tanpa seni, untuk itu
sejarawan memerlukan unsur-unsur seni berupa: intuisi (ilham),
yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian
berlangsung. Imajinasi yang mempunyai arti bahwa sejarawan harus
dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang
terjadi dan apa yang terjadi sesudah itu. Emosi dengan perasaan
sejarawan diharapkan dapat mempunyai empati untuk menyatukan
perasaan dengan objeknya. Sejarawan diharapkan bisa
menghadirkan peristiwa sejarah seolah-olah mengalami peristiwa
sejarah tersebut, sebagai contoh ketika perasaan ini diungkapkan
ketika sejarawan menuliskan sejarah tentang revolusi semasa perang
kemerdekaan dapat mewariskan nilai-nilai perjuangan bangsa.
Gaya Bahasa, dengan gaya bahasa yang baik dalam arti tidak
sistematis dan berbelit-belit akan sangat dimengerti, gaya bahasa
juga digunakan terkait dengan penggunaan bahasa pada zaman
tertentu seperti di zaman Orde Lama yang akrab dengan kata-kata
progresif revolusioner, ganyang, marhaenisme, nasakomisasi.

....READ MORE - Sejarah sebagai Seni

Thursday, June 14, 2012

Pengertian Historiografi Tradisional, Historiografi Kolonial, dan Historiografi Nasional

a.Historiografi Tradisional




Sesuai dengan namanya, historiografi tradisional, maka historiografi
ini berasal dari masa tradisional, yakni masa kerajaan-kerajaan kuno.
Penulisnya adalah para pujangga atau yang lain, yang merupakan pejabat
dalam struktur birokrasi tradisional bertugas menyusun sejarah (babad,
hikayat).
Contoh-contoh historiografi tradisional di antaranya ialah : sejarah
Melayu, hikayat raja-raja Pasai, hikayat Aceh, Babad Tanah Jawi, Babad
Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Kartasura dan masih banyak lagi.




Adapun ciri-ciri dari historiografi tradisonal adalah sebagai berikut.
1) Religio sentris, artinya segala sesuatu dipusatkan pada raja atau keluarga
raja (keluarga istana), maka sering juga disebut istana sentris atau keluarga
sentris atau dinasti sentris.
2) Bersifat feodalistis-aristokratis, artinya yang dibicarakan hanyalah kehidupan
kaum bangsawan feodal, tidak ada sifat kerakyatannya. Historiografi tersebut
tidak memuat riwayat kehidupan rakyat, tidak membicarakan segi-segi sosial
dan ekonomi dari kehidupan rakyat.
3) Religio magis, artinya dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang
gaib.
4) Tidak begitu membedakan hal-hal yang khayal dan hal-hal yang nyata.
5) Tujuan penulisan sejarah tradisional untuk menghormati dan meninggikan
kedudukan raja, dan nama raja, serta wibawa raja; agar supaya raja tetap
dihormati, tetap dipatuhi, tetap dijunjung tinggi. Oleh karena itu banyak
mitos, bahwa raja sangat sakti, raja sebagai penjelmaan/titisan dewa, apa
yang dikatakan raja serba benar, sehingga ada ungkapan "sadba pandita
ratu datan kena wowawali" (apa yang diucapkan raja tidak boleh berubah,
sebab raja segalanya). Dalam konsep kepercayaan Hindu bahwa raja adalah
"mandataris dewa", sehingga segala ucapan dan tindakannya adalah benar.
6) Bersifat regio-sentris (kedaerahan), maka historiografi tradisional banyak
dipengaruhi daerah, misalnya oleh cerita-cerita gaib atau cerita-cerita dewa
di daerah tersebut.
7) Raja atau pemimpin dianggap mempunyai kekuatan gaib dan kharisma
(bertuah, sakti).


b. Historiografi Kolonial
Berbeda dengan historiografi tradisional, historiografi kolonial merupakan
penulisan sejarah yang membahas masalah penjajahan Belanda atas bangsa
Indonesia oleh Belanda. Penulisan tersebut dilakukan oleh orang-orang Belanda
dan banyak di antara penulis-penulisnya yang tidak pernah melihat Indonesia.
Sumber-sumber yang dipergunakan ialah dari arsip negara di negeri Belanda
dan di Jakarta (Batavia); pada umumnya tidak menggunakan atau mengabaikan
sumber-sumber Indonesia. Sesuai dengan namanya yaitu historiografi kolonial,
maka sebenarnya kuranglah tepat bila disebut penulisan sejarah Indonesia. Lebih




tepat disebut sejarah bangsa Belanda di Hindia Belanda (Indonesia). Mengapa
demikian? Hal ini tidaklah mengherankan, sebab fokus pembicaraan adalah
bangsa Belanda, bukanlah kehidupan rakyat atau kiprah bangsa Indonesia di
masa penjajahan Belanda.
Itulah sebabnya sifat pokok dari historiografi kolonial ialah Eropa sentries
atau Belanda sentris. Yang diuraikan atau dibentangkan secara panjang lebar
adalah aktivitas bangsa Belanda, pemerintahan kolonial, aktivitas para pegawai
kompeni (orang-orang kulit putih), seluk beluk kegiatan para gubernur jenderal
dalam menjalankan tugasnya di tanah jajahan, yakni Indonesia. Aktivitas rakyat
tanah jajahan (rakyat Indonesia) diabaikan sama sekali.
Contoh historigrafi kolonial, antara lain sebagai berikut.
1) Indonesian Trade and Society karangan Y.C. Van Leur.
2) Indonesian Sociological Studies karangan Schrieke
3) Indonesian Society in Transition karangan Wertheim.


c. Historiografi Nasional
Sesudah bangsa Indonesia memperoleh kemerdekan pada tahun 1945;
maka sejak saat itu ada kegiatan untuk mengubah penulisan sejarah Indonesia
sentris. Artinya bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia menjadi fokus perhatian,
sasaran yang harus diungkap, sesuai dengan kondisi yang ada; sebab yang
dimaksud dengan sejarah Indonesia adalah sejarah yang mengungkapkan
kehidupan bangsa dan rakyat Indonesia dalam segala aktivitasnya, baik politik,
ekonomi, sosial maupun budaya. Dengan demikian maka muncul historiografi
nasional yang memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri sebagai berikut.
1) Mengingat adanya character and nation-building.
2) Indonesia sentris.
3) Sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia.
4) Disusun oleh orang-orang atau penulis-penulis Indonesia sendiri, mereka
yang memahami dan menjiwai, dengan tidak meninggalkan syarat-syarat
ilmiah.
Contoh historiografi nasional, antara lain sebagai berikut.
1) Sejarah Perlawanan-Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme,
editor Sartono Kartodirdjo.
2) Sejarah Nasional Indonesia, Jilid I sampai dengan VI, editor Sartono
Kartodirdjo.
3) Peranan Bangsa Indonesia dalam Sejarah Asia Tenggara, karya R. Moh.
Ali.
4) Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, Jilid I sampai dengan XI, karya
A.H. Nasution, dan masih banyak lagi.
5) Coba sebutkan empat lagi!
....READ MORE - Pengertian Historiografi Tradisional, Historiografi Kolonial, dan Historiografi Nasional

Info Lainnya