Wednesday, June 6, 2012

Peradaban Lembah Sungai Hoang Ho

Manusia purba yang ditemukan dalam gua-gua Choukoutien di Lembah Hoang-
Ho adalah Sinantropus Pekinensis, artinya manusia Cina dari Peking. Jenis manusia
ini setingkat dengan Pithecanthropus Erectus yang ditemukan di Indonesia yang
mendukung kebudayaan Palaeolitikum. Kebudayaan Lembah Sungai Hoang-Ho
ditemukan sekitar 3000 SM. Orang Cina menyebut negerinya sebagai Chung Kuo,
artinya negeri tengah karena terletak di tengah-tengah dunia. Rakyatnya disebut
Hoang-Chung Hua atau Cina, yang umumnya berada di Lembah Sungai Hoang-
Ho dan Sungai Yang Tse Kiang. Di sinilah pusat peradaban Cina banyak ditemukan.



1. Aksara dan Astronomi
Masyarakat Cina sudah mengenal tulisan gambar dan mempunyai bahasa
persatuan, yaitu bahasa Kuo-Yu. Selain itu, sudah mengenal astronomi (ilmu
perbintangan) yaitu sistem penanggalan yang penting untuk kegiatan pertanian
dan pelayaran.


2. Pertanian, Perdagangan, dan Teknologi
Kedua sungai besar, yakni Sungai Hoang-Ho dan Sungai Yang Tse Kiang
merupakan daerah yang subur sehingga menjadi urat nadi kehidupan bangsa
Cina. Mereka hidup dari bercocok tanam dengan hasil gandum, padi, jagung,
kedelai, dan murbai. Selain itu, mampu menghasilkan barang-barang keramik
dan sutera yang diperdagangkan sampai ke luar wilayah Cina.


3. Kepercayaan
Kepercayaan bangsa Cina adalah polytheisme atau menyembah banyak
dewa sebagai kekuatan alam, seperti Dewa Feng-Pa sebagai dewa angin dan
Lei-Shik sebagai dewa taufan. Masyarakat Cina kuno juga mengenal upacara
korban manusia (gadis cantik) untuk persembahan dewa tertinggi Ho-Po yang
bertahta di Hwang-Ho.



4. Filsafat
Filsafat kehidupan Cina berkembang pada zaman Dinasti Chou (1100 -
156 SM) sehingga Dinasti Chou berhasil meletakkan dasar-dasar kehidupan
dan berpengaruh sepanjang sejarah Cina. Filsuf Cina antara lain:


a. Lao Tse, ajarannya disebut Taoisme, tertulis dalam buku Tao Te-ching,
yang intinya.


1) Adanya semangat keadilan dan kesejahteraan
bernama Tao
2) Orang tidak boleh mengekang jalannya alam
3) Orang supaya mau menerima nasib; seperti suka,
duka, bahagia, sengsara dan sebagainya.


b. Mo Ti
Ajarannya mendasarkan pada Chien Ai, yakni
cinta universal. Maksudnya, cinta yang tanpa pandang
bulu, yakni mencintai sesama seperti mencintai dirinya
sendiri. Jika setiap orang bertindak demikian, maka
dunia akan damai.



c. Kung Fu Tse (Konfusianisme)
Kung Fu Tse dalam bahasa Tionghoa, sedangkan
orang-orang Barat menyebutnya Confusius. Ajarannya
biasa disebut Ju Chia (Kung Chia), orang banyak
menyebutnya Confusianisme. Pokok-pokok ajarannya
terletak pada Li, Ren dan I. Jika manusia atau masyarakat
telah memegang teguh Li, Ren dan I, maka dunia
akan damai. Apa itu Li, Ren dan I?


Li, adalah adat istiadat. Sesuai dengan ajaran Li,
maka orang itu harus mengetahui dirinya dan menempatkan
diri pada tempatnya. Ada 5 (lima) hubungan yang
dapat dipertimbangkan paling utama, yakni:


a) Bagaimana hubungan antara penguasa dengan yang dikuasai?
b) Bagaimana hubungan antara orang tua dengan anak?
c) Bagaimana hubungan antara suami dengan istri?
d) Bagaimana hubungan antara saudara tua dengan saudara muda?
e) Bagaimana hubungan antara teman dengan teman?


Sebagai contoh orang tua harus memberi teladan tindakan yang baik
bagi anak-anaknya dan bertindak bijaksana; sebaliknya, anak-anak harus
patuh dan meluhurkan orang tuanya.


Ren, yakni peri kemanusiaan; dan I adalah perikeadilan. Menurut Kung
Fu Tse, kalau masyarakat memegang teguh Li, Ren dan I, maka masyarakat
akan hidup tenteram dan sejahtera. Ini semua merupakan usaha Kung Fu
Tse untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat .
Bapak menjadi semua pusat anggota keluarga sehingga bapak harus
menjadi panutan, sedang anak harus tunduk kepadanya. Negara adalah
keluarga dalam bentuk besar dan raja atau kaisar adalah sebagai bapak yang
harus adil dan bijaksana, sedang rakyat harus tunduk kepada raja. Ajaran
Kung Fu Tse sampai sekarang tetap menjadi pegangan hidup rakyat Cina.


5. Sistem Pemerintahan
Kerajaan (kekaisaran di Cina merupakan kerajaan agraris yang menimbulkan
susunan masyarakat dan negara feodal). Bila pusat pemerintahannya ada di
tangan raja atau kaisar yang kuat, negara-negara kecil yang merupakan bagian
dari negara induk akan tunduk. Sebaliknya, bila pusat pemerintahannya lemah,
maka raja-raja kecil akan memperkuat dirinya dan melawan pusat. Sejarah
pemerintahan negeri Cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian
dan masing-masing dinasti memiliki ciri tersendiri.


a. Dinasti Hsia (2000 - 1500 SM)
Dinasti Hsia merupakan dinasti tertua di Cina. Termasuk zaman Proto
sejarah Cina karena tidak meninggalkan prasasti.



b. Dinasti Shang (1500 - 1100 SM)
Pada masa ini Cina memasuki zaman sejarah dengan tulisan pictograf.
Mata pencaharian masyarakat bercocok tanam, beternak, berdagang, keramik
dan sutera. Selain itu, masyarakatnya juga sudah mengenal astronomi. Bidang
kepercayaan masyarakat Cina menyembah dewa Shang Ti.


c. Dinasti Chuo (1222 - 221 SM)
Dinasti Chou didirikan oleh Wu Wang dengan ibukotanya Chang -an.
Pada masa ini, berlaku sistem pemerintahan feodalisme dan muncul tokohtokoh
filsafat yaitu Lao Tse, Mo Ti dan Kung Fu Tse.


d. Dinasti Chin (221 - 207 SM)
Dinasti ini didirikan oleh Shih Huang Ti, dengan pusat pemerintahannya
di Han Tan. Dinasti Chin menghapuskan sistem pemerintahan feodal
dan diganti sistem pemerintahan unitarisme (kekuasaan terpusat). Oleh
karena itu, Shih Huang Ti memerintahkan membuat jalan-jalan besar yang
menghubungkan daerah dengan pusat. Jalan ini dikenal dengan nama Jalan
Kerajaan.
Tindakan-tindakan Shih Huang Ti lain yang penting, di antaranya
adalah:


1) Membangun The Great Wall atau Tembok Raksasa dengan panjang
6.000 km, dengan tinggi 16 meter yang berguna untuk menahan serangan
bangsa Bar - bar (bangsa Hsiung Nu). Sampai sekarang tembok ini masih
berdiri megah dan merupakan salah satu keajaiban dunia.



2) Untuk mengamankan kekuasaannya dari rongrongan yang kurang
menyetujui pemerintahannya, Kaisar Shih Huang Ti mengeluarkan
dekrit untuk membakar dan memusnahkan buku-buku ajaran guru besar
Kung Fu Tse, kecuali buku pertanian, pengobatan dan ramalan.



3) Mengadakan penyeragaman tulisan-tulisan di seluruh Cina


4) Mengadakan penyeragaman ukuran-ukuran, timbangan-timbangan,
perkakas pertanian dan sebagainya.


e. Dinasti Han (206 SM - 220 M)
Dinasti Han didirikan oleh Liu Pang, setelah naik tahta bergelar Han
Kao Tsu. Pusat Pemerintahan Han adalah Chang -an.


1) Kaisar yang terkenal Han Wu Ti (140-87 SM). Ia berusaha
menghidupkan kembali sistem feodalisme dan ajaran Kung Fu Tse.


2) Segala aktivitas kehidupan berdasarkan ajaran Konfusianisme (Kung
Fu Tse).


3) Berhasil dibangunnya jalan sutera melalui Asia Tengah. Dikenal dengan
"jalan sutera", karena di antara barang dagangan yang di bawa lewat
jalan tersebut yang terbanyak adalah sutera.


4) Pada masa Dinasti Han inilah agama Buddha masuk ke Cina, yakni
masa pemerintahan Kaisar Ming Ti (58 -75 M)


f. Dinasti Sui (589 - 618 M)
Dinasti Sui dengan ibukotanya di Chang-an. Kaisar terbesar dari Dinasti
Sui adalah Sui Yang Ti (605-618). Kaisar ini terkenal karena membangun
istana yang mewah dan membuat Saluran Kaisar dengan panjang 1.800
km guna memperlancar perdagangan.


g. Dinasti Tang (618 - 906 M)
Dinasti Tang didirikan oleh Li Yuan, setelah naik tahta bergelar Tang
Kao Tsu (618-627). Kaisar terbesar dari Dinasti Tang adalah Tang Tai Tsung
(627-649). Masa ini Cina mengalami zaman keemasan karena dapat mempersatukan
seluruh Cina bahkan sampai Kamboja, Persia dan Laut Kaspia.


h. Dinasti Sung (906 - 1279 M)
Masa Sung Utara (960-1227) pusat pemerintahannya berada di Chang
-an, tetapi masa Sung Selatan (1227-1279) pusat pemerintahannya berada
di Nanking. Kaisar terbesar adalah Sung Jen Tsung (1023-1063). Dinasti
Sung mengadakan perdamaian dengan bangsa
K'itan dan bangsa Tangut. Untuk menjaga perdamaian,
maka kaisar Sung harus membayar upeti
kepada bangsa-bangsa tersebut, agar tidak mengadakan
serangan.


i. Dinasti Mongol atau Yuan (1260 - 1368 M)
Pembentuk imperium Mongol adalah Jengis
Khan, kemudian diteruskan oleh Kublai Khan.
Dinasti Yuan didirikan oleh Kublai Khan, yang
berasal dari Mongolia. Oleh karena itu, dinasti ini
dianggap sebagai pemerintahan asing (dinasti asing). Kaisar yang terkenal ialah Kublai Khan (1260-1294). Ibukota
pemerintahannya berada di Peking.
Kublai Khan pernah mengadakan serangan ke Pulau Jawa khususnya
ke Kerajaan Singasari di masa pemerintahan Kertanegara. Ia mengadakan
Pax Mongolia sebagai gabungan pemerintahan raja-raja Mongol di Asia.
Di masa pemerintahannya, seorang musafir Barat kenamaan, yakni Marco
Polo datang ke negeri Cina. Pada masa Dinasti Mongol ini pula agama
Kristen mulai masuk ke Cina.


j. Dinasti Ming (1368 - 1644 M)
Masa ini Cina diperintah bangsa sendiri dengan ibukota di Nanking.
Dinasti Ming merupakan pemerintahan nasional yang timbul sebagai reaksi
atas pemerintahan asing Mongol. Dinasti Ming didirikan oleh Chu Yuan
Chang dengan gelar Ming Tai Tsu (lebih dikenal dengan Hung Wu), yang
berkuasa memulihkan kehidupan Cina, memperluas ajaran Kung Fu Tse
dan mempersatukan Cina.


Kaisar terkenal dari Dinasti Ming adalah Ming
Ch'eng Tsu, yang lebih dikenal dengan nama Yung
Lo (1403-1424). Pada masa pemerintahannya,
ibukota kerajaan di pindahkan dari Nanking ke Peking.
Di masa pemerintahannya dikirimlah ekpedisiekspedisi
ke seberang lautan di bawah pimpinan
Laksamana Cheng Ho. Pada masa kaisar Yung Lo
ini, Cheng Ho pernah mengadakan pelayaran
ekspedisi diplomatik sebanyak enam kali.
k. Dinasti Manchu (1644 - 1912 M)


1) Bangsa Manchu berhasil meruntuhkan Dinasti
Ming.


2) Dinasti Manchu merupakan dinasti terakhir di Cina, dan merupakan
dinasti asing karena berasal dari Manchuria. Pusat pemerintahannya
ada di Peking.


3) Dinasti Manchu mencapai masa kejayaaan pada masa pemerintahan
Kaisar K'ang Hsi (1662-1722) dan Kaisar Ch'ien Lung (1736-1795).
Kebesaran kedua kaisar tersebut, meliputi bidang politik, ekonomi dan
budaya khususnya sastra.


4) Pada masa ini ajaran Kristen berkembang di Cina.


5) Golongan nasionalisme Cina bangkit untuk melepaskan diri dari
pengaruh pemerintahan asing (Manchu).


6) Pada tahun 1911 terjadi Revolusi Cina di bawah pimpinan Sun Yat
Sen, dan berhasil menggulingkan kekuasaan Manchu kemudian berdiri
Republik Cina dengan Sun Yat Sen sebagai presidennya.

....READ MORE - Peradaban Lembah Sungai Hoang Ho

Tuesday, June 5, 2012

Bahan Kimia Pembasmi Serangga (Insektisida)

Serangga pengganggu yang sering kita jumpai di rumah
tangga, diantaranya adalah nyamuk, kecoa, lalat, dan semut.
Nyamuk adalah serangga pengganggu di rumah tangga
yang paling dominan terutama di kota-kota dataran rendah.
Oleh karena itu anti nyamuk (obat nyamuk) merupakan
bahan yang diperlukan masyarakat sehari-hari.

Anti nyamuk dikemas sesuai dengan cara-cara aplikasinya; ada
yang dibakar, difumigasi secara elektrik, dioleskan pada
permukaan kulit, dan disemprotkan. Khasiat dari bahan
pengusir atau pembasmi serangga ditentukan oleh bahan
kimia (bahan aktif) yang terkandung di dalamnya.


Transflutrin adalah salah satu contoh bahan aktif anti nyamuk
berbentuk padatan lingkar berwarna hijau. Anti nyamuk
bakar ini diambil khasiatnya melalui asapnya yang
menyebar ke seluruh ruangan.


Kamu dapat mengidentifikasi bahan kimia aktif yang
terkandung pada setiap anti nyamuk yang beredar di
masyarakat dimana kamu tinggal. Jangan membuang begitu
saja wadah atau kemasan anti nyamuk yang pernah kamu
pakai. Kemasan anti nyamuk, juga produk-produk lain
umumnya mencantumkan bahan-bahan kimia yang
dikandungnya. Kamu dapat mengidentifikasi bahan-bahan
kimia penyusun setiap produk dari kemasannya.


Saat ini mulailah dengan mengenal nama-nama bahan
kimia itu. Kalau saat kamu tidak mengetahui rumus
kimianya, tidak masalah, yang penting mengetahui
khasiatnya. Selain itu, yang juga penting untuk diketahui
adalah efek samping yang dapat ditimbulkan terutama bagi
kesehatan kita maupun kelestarian lingkungan. Oleh karena

itu, perusahaan-perusahaan besar yang bijaksana selalu
memberi peringatan-peringatan kepada kita terkait dengan
penggunaan bahan-bahan ini.
....READ MORE - Bahan Kimia Pembasmi Serangga (Insektisida)

Beberapa Kelainan/Gangguan pada Sistem Peredaran Darah.

Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah.
Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka
kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk
mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada
organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau
hemorrhage.


Hemofilia merupakan kelainan genetik yang
menyebabkan kegagalan fungsi dalam pembekuan darah
seseorang. Akibatnya, luka kecil dapat membahayakan
nyawa.


Leukemia merupakan kanker pada jaringan tubuh
pembentuk sel darah putih. Penyakit ini terjadi akibat
kesalahan pada pembelahan sel darah putih yang
mengakibatkan jumlah sel darah putih meningkat dan
kemudian memakan sel darah putih yang normal.
Pendarahan hebat, baik karena kecelakaan atau bukan
(seperti pada operasi), dan juga penyakit darah seperti anemia
dan thalassemia, yang memerlukan transfusi darah.
Beberapa negara mempunyai bank darah untuk memenuhi
permintaan untuk transfusi darah. Penerima darah perlu
mempunyai jenis darah yang sama dengan penyumbang.

Darah juga merupakan salah satu “vektor” dalam
penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat
ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang
mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV
positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui
sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan
tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan
penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang
mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman
biologis.
....READ MORE - Beberapa Kelainan/Gangguan pada Sistem Peredaran Darah.

Kebudayaan Dong Son

Tradisi perunggu telah dimulai di Vietnam bagian utara sekitar
tahun 2.500 SM, jadi 4.000 tahun yang lalu. Kebudayaan perunggu
ini berkaitan erat dengan kebudayaan Dong Son dan Go Mun.
Jika diperbandingkan dengan daerah Muangthai Tengah dan
Timur Laut, Vietnam memiliki bukti-bukti lebih awal mengenai
pembuatan benda-benda dari perunggu di Indocina. Benda-benda
perunggu yang ada sebelum 500 SM terdiri atas kapak corong,
ujung tombak, sabit bercorong, ujung tombak bertangkai, mata
panah, pisau, kail pancing, gelang, dan lain-lain. Corong
merupakan pangkal yang berongga untuk memasukkan tangkai
atau pegangannya.


Benda-benda kebudayaan Dong Son merupakan benda logam
yang paling banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Jadi, bukan
pengaruh budaya logam dari India maupun Cina, melainkan dari
wilayah Dong Son di Vietnam Utara. Contoh benda budaya Dong
Son yang ditemukan di Indonesia adalah nekara tipe Heger I yang
memiliki kesamaan dengan nekara yang tertua dan terbaik di
Vietnam. Nekara tersebut memiliki jalur hiasan yang disusun
mendatar membentuk gambar manusia, hewan, dan motif geometris.

Perkakas perunggu lain yang ditemukan di wilayah Dong
Son serta beberapa kuburan seperti di daerah Vie Khe, Lang Ca,
Lang Vac adalah alat-alat rumah tangga berupa mangkuk dan
ember kecil. Selain itu ditemukan pula miniatur nekara dan genta,
kapak corong, cangkul bercorong, mata panah dan mata tombak
bertangkai atau bercorong, belati dengan bentuk antropormofis,
gelang, timang, ikat pinggang. Sebuah nekara yang sangat besar
berhasil digali di daerah Co Loa, berisi 96 mata bajak perunggu
bercorang. Di antara penemuan ini, terdapat pula alat-alat dari
besi dengan jumlah yang sedikit.


Dari penemuan benda-benda budaya Dong Son diketahui
tentang cara pembuatannya, yakni dengan menggunakan teknik
cetak lilin hilang, yaitu dengan membuat bentuk benda yang
diinginkan dari lilin. Lalu lilin tersebut dibalut dengan tanah
liat dan dibakar hingga terdapat lubang pada tanah liat tersebut.
Berikutnya, pada cetakan tanah liat itu dituangkan cairan logam
dan setelah dingin, tanah liat tersebut dipecahkan. Dengan
demikian, terbentuklah benda logam tersebut.


Tidak kurang dari 56 nekara yang ditemukan di sejumlah
tempat di Indonesia. Nekara banyak ditemui di Sumatera, Jawa,
dan Maluku Selatan. Misalnya, nekara yang ada di Makalaman
dari Pulau Sangeang, dekat Pulau Sumbawa. Nekara ini memuat
motif hiasan bergambar orang-orang berseragam mirip pakaian
seragam yang dikenakan Dinasti Han di Cina, Kushan di India
Utara, dan Satavahana di India Tengah. Sedangkan, nekara dari
Kepulauan Kei di Maluku memiliki hiasan lajur mendatar, berisi
gambar kijang dan adegan perburuan macan. Sementara itu,
nekara dari Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, memuat hiasan
bergambar gajah dan burung merak.


Hiasan-hiasan pada nekara-nekara tersebut ternyata tidak
dikenal oleh penduduk dari pulau-pulau lain di Indonesia bagian
timur tempat di mana nekara-nekara tersebut ditemukan. Maka
dari itu, para ahli berpendapat, tak mungkin nekara-nekara
tersebut dibuat di tempat penemuannya, melainkan dibawa dari
Cina, tempat asli dibuatnya benda-benda tersebut. Ini dilihat pula
dari sudut gaya dan kandungan timahnya yang cukup tinggi,
sedangkan budaya Dong Son cenderung memakai perunggu.
Namun, Von Heine Geldern, peneliti nekara, berpendapat bahwa
nekara yang ditemukan di Sangeang ditafsir dicetak di daerah
Funan, Vietnam, yang sebelumnya telah dipengaruhi oleh budaya
India pada 250 M.


Seorang ahli lain, Berner Kempers, menemukan bahwa
semua nekara yang ditemukan di Bali bagian timur memiliki
empat patung katak pada bagian membran pukulnya. Di samping
itu, Nekara di Bali memiliki motif hias yang kurang terpadu; ini

dapat dilihat dari gambar prajurit dan motif perahu yang banyak
ditemukan pada nekara-nekara tertua di Vietnam. Berners
memberikan gambaran cara nekara tipe Heger I dicetak secara
utuh. Awalnya, lembaran lilin ditempelkan pada inti tanah liat
yang menyerupai bentuk nekara dan berfungsi sebagai cetakan
bagian dalam. Pada lembaran lilin lalu dihiasi dengan cap-cap
dari tanah liat atau batu yang bermotif hias berupa gambar perahu
dan iring-iringan manusia. Kemudian, lembaran lilin tersebut
ditutup dengan tanah liat yang berfungsi sebagai cetakan bagian
luar, setelah terlebih dahulu diberi paku-paku sebagai penjaga
jarak agar seimbang. Setelah itu, cetakan tersebut dibakar dan
lilin pun meleleh keluar dari rongga dan rongga yang kosong
tersebut diisi dengan cairan logam panas.


Persebaran nekara tipe Heger I mencakup daerah Sumatera,
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Maluku Selatan. Selain nekara,
banyak ditemukan pula benda-benda perunggu lainnya, seperti
patung, perkakas rumah tangga dan bercocok tanam, serta
perhiasan.
....READ MORE - Kebudayaan Dong Son

Monday, June 4, 2012

Tantangan atas globalisasi

Adanya perubahan dalam kehidupan adalah suatu hal yang wajar dan alamiah. Dalam
dunia ini yang abadi dan kekal adalah perubahan itu sendiri. Globalisasi merupakan suatu
tantangan, yang di dalamnya terdapat peluang-peluang untuk mencapai kemajuan, akan
tetapi di dalamnya juga terdapat ancaman-ancaman, sebab globalisasi pada dasarnya
tidak lepas dari kompetisi global atau kompetisi antarbangsa. Sesuai dengan “hukum”
kompetisi, pada akhirnya kemenangan berada pada pihak yang kuat dan pihak yang lemah
harus mau menerima kekalahan serta tidak jarang harus tunduk pada kemauan pihak
yang kuat. Dalam globalisasi, sangat dimungkinkan terjadinya dominasi dan eksploitasi
negara-negara maju terhadap negara berkembang. Secara langsung atau tak langsung
sangat dimungkinkan timbulnya tekanan atau pengaruh dari negara-negara yang kuat
terhadap, negara-negara lain yang lebih lemah untuk mengikuti keinginannya, baik dalam
bidang ekonomi perdagangan, politik, maupun sosial budaya.
Tantangan berat bagi kita dengan adanya globalisasi adalah sebagai berikut.


a. Pemberdayaan masyarakat


1) Pembangunan nasional yang belum terlaksana secara menyeluruh dan merata,
sehingga masih ada beberapa daerah yang tertinggal yang menumbuhkan
keterbelakangan, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Pembangunan nasional
belum terlaksana secara menyeluruh dan merata sehingga masih ada beberapa
daerah yang tertinggal yang menumbuhkan keterbelakangan, kemiskinan, dan
kesenjangan sosial. Kondisi masyarakat semacam itu akan mengubah pola pikir,
pola sikap, dan pola tindakannya, mengingat mereka sudah tidak berdaya dalam
aspek kehidupan.


2) Kondisi masyarakat yang oleh John Naisbit, dalam bukunya global paradox, ia
menulis ”to a global power, the campany must give more role to the smallest pant”
pada intinya, global paradox memberikan pesan bahwa negara harus dapat
memberikan peranan sebebas-bebasnya kepada rakyatnya. Cara memberdayakan
masyarakat dilakukan dengan memberikan peran dalam bentuk aktivitas dan
partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional.


b. Dunia tanpa batas


1) Perkembangan iptek yang sangat modern, khususnya di bidang teknologi informasi
dan komunikasi akan transportasi, dunia seakan-akan sudah mengatur menjadi
kampung sedunia. Dunia menjadi transparan tanpa mengenal batas negara. Kondisi
yang demikian berdampak pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa,

dan bernegara dan dapat memengaruhi pola pikir, sikap, dan tindakan seluruh
masyarakat Indonesia. Keterbatasan kualitas SDM Indonesia di bidang iptek
merupakan tantangan serius mengingat penguasaan iptek merupakan nilai tambah
untuk berdaya saing di percaturan global.


2) Kenichi Omahe dengan dua bukunya yang terkenal Borderless Wold and The End
Of Nation Stak menyatakan bahwa dalam perkembangan masyarakat global batasbatas
wilayah negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap, namun
kehidupan dalam satu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global
yang berupa informasi, investasi, induksi, dan konsumen yang mungkin
individualistis.


Kenichi Omahe memberikan pesan bahwa untuk dapat menghadapi kekuatan
global, suatu negara harus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih
memberikan peranan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Apabila
masyarakat banyak yang terlibat dalam upaya pembangunan, hasilnya akan lebih
meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa dalam percaturan global.


c. Era baru kapitalisme


Kapitalisme pernah terjadi di Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda di
Indonesia. Dibukanya perkebunan tebu dan tanaman perdagangan lainnya (tembakau,
kopi, dan sebagainya) oleh kaum kapitalis Belanda yang sangat merugikan kaum petani
di Indonesia.


Era baru kapitalime tidak terlepas dari globalisasi di mana negara-negara kapitalis,
yaitu negara maju berusaha mempertahankan eksistensinya di bidang ekonomi dengan
menekan negara-negara berkembang melalui isu global yang mencakup demokratisasi,
hak asasi manusia, dan lingkungan hidup.


d. Kesadaran warga negara


Warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Hak
dan kewajiban karena merupakan satu kesatuan. Setiap hak mengandung kewajiban
dan demikian sebaliknya.


Kesadaran warga negara harus dikembangkan secara seimbang antara hak dan
kewajiban. Artinya, hak tidak boleh dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar
hak-hak orang lain. Dengan demikian hak dan kewajiban dalam pelaksanaannya harus
berjalan seimbang.
....READ MORE - Tantangan atas globalisasi

Perilaku Produsen

a. Pengertian Produksi


Sebelum memahami perilaku produsen, terlebih dahulu pahami
makna produksi itu sendiri. Produksi merupakan kegiatan menghasilkan
barang dan jasa. Penghasil barang dan jasa dinamakan produsen. Barang
dan jasa dapat disebut juga barang.

Pengertian produksi secara sempit adalah perbuatan atau kegiatan
manusia untuk membuat suatu barang atau mengubah suatu barang
menjadi barang yang lain. Secara luas, produksi dapat diartikan sebagai
segala perbuatan atau kegiatan manusia baik secara langsung maupun
tidak langsung yang ditujukan untuk menambah atau mempertinggi
nilai dan guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dengan demikian, produksi meliputi semua perbuatan atau kegiatan
yang tidak hanya mencakup pembuatan barang-barang saja, tetapi dapat
juga membuat atau menciptakan jasa pelayanan, seperti acara hiburan,
penulisan buku-buku cerita, dan pelayanan jasa keuangan.
Kegiatan produksi merupakan suatu sistem artinya bahwa terdapat
hubungan yang saling memberikan pengaruh dan me mengaruhi antara
faktor produksi yang satu dan yang lainnya. Di samping itu, kegiatan
produksi merupakan suatu proses artinya bahwa produksi dilakukan
melalui tahap demi tahap secara berurutan.

Dilihat dari bidang garapannya, produksi dapat dikelompokkan
menjadi sebagai berikut.


1) Produksi Ekstraktif
Kegiatan produksi yang dilakukan pada perusahaan ekstraktif, yaitu
dengan cara mengambil kekayaan alam yang dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan manusia tanpa mengubah sifat maupun bentuk
barangnya. Contohnya, adalah perusahaan penambangan dan perusahaan
penangkapan ikan di laut.



2) Produksi Agraris
Kegiatan produksi yang dilakukan pada perusahaan agraris, yaitu
dengan cara mengolah sumber daya alam terlebih dahulu sehingga menghasilkan
barang baru. Misalnya, mengolah tanah pertanian, membuat
perkebunan kelapa sawit, dan pemeliharaan ikan bandeng. Dengan
demikian, pengertian agraris tidak hanya mencakup pertanian saja, tetapi
juga peternakan.


3) Produksi Industri
Kegiatan yang dilakukan pada perusahaan industri berhubungan
dengan usaha dan kegiatan manusia mengolah bahan mentah atau bahan
baku menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan ini pada
dasarnya adalah usaha untuk mempertinggi kegunaan dan nilai barang
untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contohnya, industri penggergajian
kayu, industri sepeda motor, industri mobil, industri pesawat
terbang, industri pakan ayam, dan industri obat-obatan.


4) Produksi Perdagangan
Kegiatan yang dilakukan perdagangan berhubungan dengan
penyaluran hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Dengan
kata lain, perusahaan ini melakukan kegiatan jual beli barang sehingga
terjadi perpindahan hak milik dari barang tersebut. Penyaluran barang
dari produsen ke konsumen dapat melalui beberapa cara, yaitu sebagai
berikut.


(a) Secara langsung dari produsen ke konsumen. Contohnya penjual bakso
menjual bakso langsung ke konsumen.


(b) Secara semi-langsung, yaitu melalui perantara. Contoh produsen menjual
ke pedagang eceran, misalnya, warung, toko, supermarket. Kemudian,
pedagang eceran menjualnya ke konsumen.


(c) Secara tidak langsung, yaitu melalui beberapa perantara. Contoh dari
produsen ke grosir. Kemudian, ke pedagang eceran baru ke konsumen.



5) Produksi Jasa
Walaupun produksi jasa tidak berwujud konkret, tetapi manfaatnya
dapat dirasakan. Adapun jenis-jenis dari perusahaan jasa, yaitu:


(a) jasa bisnis, seperti bank, konsultan, dan lembaga keuangan lainnya;
(b) jasa perdagangan, seperti supermarket, toko, warung, dan usaha
perawatan dan perbaikan;
(c) jasa infrastuktur, seperti jasa komunikasi dan transportasi;
(d) jasa sosial atau personal, seperti restoran dan kesehatan;
(e) administrasi publik, seperti pendidikan dan pemerintahan.
....READ MORE - Perilaku Produsen

Peradaban Lembah Sungai Mekong

1. Lokasi
Daerah pegunungan Kwen Lun di Asia Tengah merupakan asal Sungai
Mekong atau Kamboja, mengalir melalui daerah Cina Selatan, menjadi
perbatasan Thailand dan Indo Cina dan membangun Tanjung Kamboja. Sungai
Mekong memberikan kesuburan tanah kepada daerah-daerah yang dilalui, seperti
Laos, Vietnam, dan Kamboja.


2. Pendukung
Manusia-manusia kuno juga berasal dari Asia Tengah. Melalui sungai atau
lembah mereka menyebar ke daerah pantai. Penyebaran mereka mungkin
disebabkan karena adanya wabah penyakit atau bencana alam. Dari fosil yang
ditemukan, dapat dinyatakan bahwa mereka terdiri atas beberapa jenis, seperti
Papua Melanesoid, Mongoloid dan Austroloid. Percampuran mereka melahirkan
bangsa Melayu yang berkulit sawo matang. Daerah Teluk Tonkin di Indo Cina
merupakan tanah air mereka yang kedua. Dari Indo Cina mereka menyebar ke
Kamboja, Muangthai yang kemudian menjadi bangsa Austro-Asia, dan sebagian
besar ke kepulauan yang kemudian menjadi bangsa Austronesia.


3. Kebudayaan
Pada lembah sungai Mekong terdapat dua pusat peradaban, yaitu Bacson-
Hoabinh dan Dongson. Bascon adalah daerah pegunungan dan Hoabinh adalah
dataran. Keduanya terletak tidak jauh dari Teluk Tonkin. Peradaban daerah ini
pada mulanya adalah Mesolitikum. Hasil budayanya yang terkenal ialah kapak
Sumatra dengan bangsa Papua Melanesoid sebagai pendukungnya. Kemudian
dari Teluk Tonkin berkembang kebudayaan Neolitikum dengan alat-alatnya
berupa kapak persegi dan kapak lonjong. Kapak persegi menyebar melalui
Muangthai, Semenanjung Melayu ke Indonesia Barat dengan pendukungnya
bangsa Melayu Austronesia. Sedangkan, kapak lonjong menyebar melalui
Taiwan, Filipina ke Indonesia Timur dengan Papua Melanesoid sebagai
pendukungnya. Penyebaran tersebut berlangsung sekitar 2000 SM.
Dongson merupakan asal kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Karena
itu, kebudayaan perunggu di Asia Tenggara disebut juga Kebudayaan Dongson.
Pendukung dan penyebar kebudayaan Dongson adalah bangsa Melayu Baru

yang menyebar ke kepulauan Nusantara sekitar 500 SM. Beberapa jenis alat
dari perunggu adalah kapak corong yang merupakan kapak logam bertangkai.
Selain kebudayaan yang sifatnya material tersebut, juga telah dikenal
beberapa macam kebudayaan spiritual, antara lain :


a. Kepandaian Membuat Perahu
Perahu ini dipergunakan untuk perpindahan dari daratan Asia ke daerah
kepulauan (Austronesia). Salah satu ciri khas perahu buatan bangsa Melayu
adalah dipergunakannya cadik. Cadik terbuat dari kayu atau bambu dan
yang membuat perahu menjadi seimbang sehingga tidak mudah goyang.


b. Kepandaian Bercocok Tanam
Bercocok tanam meliputi berladang maupun bersawah. Hasilnya berupa
padi yang merupakan bahan makanan pokok, di samping palawija yang
merupakan tanaman selingan, seperti kacang, kedelai, dan jagung. Untuk
mengerjakan sawah, mereka menggunakan bajak yang ditarik oleh kerbau
atau sapi.


c. Pengetahuan Perbintangan atau Astronomi
Pengetahuan astronomi dipergunakan bangsa Melayu untuk pertanian
dan pelayaran. Gugusan bintang Waluku yang bentuknya seperti bajak dipergunakan
sebagai tanda untuk mengetahui datangnya musim bercocok
tanam; sedangkan gugusan Bintang Salib Selatan dipergunakan untuk
mengetahui arah dalam pelayaran.


d. Kepercayaan
Pemujaan roh nenek moyang (animisme) dan pemujaan terhadap
benda-benda yang mempunyai kekuatan gaib (dinamisme) adalah kepercayaan
yang mereka kenal. Dalam prakteknya kedua macam kepercayaan
itu menimbulkan kebudayaan wayang, pemujaan makam dan sebagainya.
....READ MORE - Peradaban Lembah Sungai Mekong

Sunday, June 3, 2012

Daftar Nama Tumbuhan dan Nama Latinnya

Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin
  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin
  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin
  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota)
Nama Tanaman Keras dan Nama Latin
  • Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)
  • Andalas (Morus macroura)
  • Baobab (Adansonia Digitata)
  • Bintaro (Cerbera manghas)
  • Eboni (Diospyros celebica)
  • Gaharu (Aquilaria moluccensis)
  • Gandaria (Bouea macrophylla)
  • Jati (Tectona grandis)
  • Karet (Hevea braziliensis)
  • Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
  • Kenari (Canarium ovatum)
  • Kendal (Cordia bantamensis)
  • Kepuh (Sterculia foetida)
  • Kokoleceran (Vatica bantamensis)
  • Limpasu (Baccaurea lanceolata)
  • Maja (Aegle marmelos)
  • Majegau (Dysoxylum densiflorum)
  • Nagasari (Palaquium rostratum)
  • Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)
Nama Tanaman Umbi dan Rimpang dan Nama Latin
  • Jahe (Zingiber officinale)
  • Bengkuang (Pachyrhizus erosus)
  • Garut (Maranta arundinacea)
  • Ganyong (Canna edulis)
  • Kedawung (Parkia roxburghii)
  • Lengkuas (Alpinia galanga)
  • Singkong (Manihot esculenta)
  • Ubi Jalar (Ipomoea batatas)
Tumbuhan Rempah dan Nama Latin
  1. Asam Jawa (Tamarindus indica)
  2. Bawang Merah (Allium cepa)
  3. Bawang Putih (Allium sativum)
  4. Cabai (Capsicum annum)
  5. Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
  6. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
  7. Kencur (Kaempferia galanga)
  8. Lada (Piper nigrum)
  9. Pala (Myristica fragrans)
Tumbuhan Lainnya dan Nama Latin
  • Jagung (Zea mays)
  • Kacang Hijau (Vigna radiata)
  • Kacang Kapri (Pisum sativum)
  • Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
  • Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)
  • Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
  • Kentang (Solanum tuberosum)
  • Kesambi (Schleichera oleosa)
  • Padi (Oryza sativa)
  • Petai Cina (Leucaena leucocephala)
  • Terung (Solanum melongena)
  • Tuba (Derris elliptica)
....READ MORE - Daftar Nama Tumbuhan dan Nama Latinnya

Info Lainnya