Friday, June 8, 2012

Pengertian Animisme dan Dinamisme

a. Animisme
Setiap benda baik hidup maupun mati mempunyai roh atau jiwa. Roh
itu mempunyai kekuatan gaib yang disebut mana. Roh atau jiwa itu pada
manusia disebut nyawa. Nyawa itu dapat berpindah-pindah dan mempunyai
kekuatan gaib. Oleh karena itu, nyawa dapat hidup di luar badan manusia.
Nyawa dapat meninggalkan badan manusia pada waktu tidur dan dapat
berjalan kemana-mana (itulah merupakan mimpi). Akan tetapi apabila
manusia itu mati, maka roh tersebut meninggalkan badan untuk selamalamanya.
Roh yang meninggalkan badan manusia untuk selama-lamanya itu
disebut arwah. Menurut kepercayaan, arwah tersebut hidup terus di negeri
arwah serupa dengan hidup manusia. Mereka dianggap pula dapat berdiam
di dalam kubur, sehingga mereka ditakuti. Bagi arwah orang-orang terkemuka
seperti kepala suku, kyai, pendeta, dukun, dan sebagainya itu dianggap
suci. Oleh karena itu, mereka dihormati; demikian pula nenek
moyang kita. Dengan demikian timbullah kepercayaan yang memuja arwah
dari nenek moyang yang disebut Animisme.
Karena arwah itu tinggal di dunia arwah (kahyangan) yang letaknya di
atas gunung, maka tempat pemujaan arwah pada zaman Megalitikum, juga
dibangun di atas gunung/bukit. Demikian pula pada zaman pengaruh
Hindu/Buddha, candi sebagai tempat pemujaan arwah nenek moyang atau
dewa dibangun diatas gunung/bukit. Sebab menurut kepercayaan Hindu
bahwa tempat yang tinggi adalah tempat bersemayamnya para dewa,
sehingga gambaran gunung di Indonesia (Jawa khususnya) merupakan
gambaran gunung Mahameru di India. Pengaruh ini masih berlanjut juga
pada masa kerajaan Islam, di mana para raja jika meninggal di makamkan
di tempat-tempat yang tinggi, seperti raja-raja Yogyakarta di Imogiri dan
raja-raja Surakarta di Mengadek. Hubungannya dengan arwah tersebut tidak

diputuskan melainkan justru dipelihara sebaik-baiknya dengan mengadakan
upacara-upacara selamatan tertentu. Oleh karena itu, agar hubungannya
dengan arwah nenek moyang terpelihara dengan baik, maka dibuatlah
patung-patung nenek moyang untuk pemujaan.


b. Dinamisme
Istilah dinamisme berasal dari kata dinamo artinya kekuatan. Dinamisme
adalah paham/kepercayaan bahwa pada benda-benda tertentu baik benda
hidup atau mati bahkan juga benda-benda ciptaan (seperti tombak dan keris)
mempunyai kekuatan gaib dan dianggap bersifat suci. Benda suci itu mempunyai
sifat yang luar biasa (karena kebaikan atau keburukannya) sehingga
dapat memancarkan pengaruh baik atau buruk kepada manusia dan dunia
sekitarnya. Dengan demikian, di dalam masyarakat terdapat orang, binatang,
tumbuh-tumbuhan, benda-benda, dan sebagainya yang dianggap mempunyai
pengaruh baik dan buruk dan ada pula yang tidak.
Benda-benda yang berisi mana disebut fetisyen yang berarti benda sihir.
Benda-benda yang dinggap suci ini, misalnya pusaka, lambang kerajaan,
tombak, keris, gamelan, dan sebagainya akan membawa pengaruh baik
bagi masyarakat; misalnya suburnya tanah, hilangnya wabah penyakit, menolak
malapetaka, dan sebagainya. Antara fetisyen dan jimat tidak terdapat
perbedaan yang tegas. Keduanya dapat berpengaruh baik dan buruk tergantung
kepada siapa pengaruh itu hendak ditujukan. Perbedaannya, jika
jimat pada umumnya dipergunakan/dipakai di badan dan bentuknya lebih
kecil dari pada fetisyen. Contohnya, fetisyen panji Kiai Tunggul Wulung
dan Tobak Kiai Plered dari Keraton Yogyakarta.

13 comments:

  1. ARTIKELNYA SANGAT MEMBANTU PENYELESAIAN TUGAS SAYA, TRIMS YA GAN..

    ReplyDelete
  2. Contoh Paragraf Animisme dan Dinamisme itu bagaimana mas bro ?
    UTS besok . buruan malam ini wajib di balas !!
    PLEASE BRO !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepengetahuan saya, tidak ada paragraf dinamisme dan animisme. itu hanya kepercayaan dan bukan runut ke sastra. mungkin pengertiannya y?

      Delete
  3. dari ulasan tadi, animisme dan dinamisme tidak ada perbedaan yang mendasar, yaitu baik animisme maupun dinamisme adalah percaya bahwa setiap benda mati maupun hidup memiliki roh..diantara keduanya tidak terdapat perbedaan yang tegas,.
    namun yang saya simpulkan dari uraian diatas adalah bahwa animisme merupakan faham bahwa arwah benda hidup yang telah mati masih dapat terhubung / berkomunikasi dengan benda hidup lain yang belum mati,
    sedangkan dinamisme adalah faham bahwa benda mati miliki kekuatah mistis/magis yang dapat berpengaruh pada kehidupan benda hidup..(baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif)

    ReplyDelete
  4. thanks gan kerjaan sekoloh jdi selesai :D

    ReplyDelete
  5. hubungan antara budaya megalitikum dengan animisme dan dinamisme itu apa yaa? tolong dibantu ya gan :)

    ReplyDelete
  6. Artikelnya bagus gan. Dapat membantu tugas say trims

    ReplyDelete
  7. agama Islam jaman sekarang kok jadi animisme ya? mengkultuskan leluhur

    ReplyDelete
  8. Ok...trims bantuanny

    ReplyDelete
  9. Anjeng bukan itu jawabannya babe

    ReplyDelete

Info Lainnya