Wednesday, May 30, 2012

PERADABAN DI LEMBAH SUNGAI NIL

1. Letak Geografis
Sungai Nil terbentang dari Pegunungan Kilimanjaro (Sudan)
hingga Laut Tengah dengan panjang kira-kira 5000 km. Sungai
ini merupakan hadiah bagi bangsa Mesir karena daerah di
sekilingnya adalah gurun pasir yang luas, apabila terjadi hujan
akan terjadi bah yang membawa lumpur-lumpur mineral. Dari


lumpur inilah tanah sangat cocok untuk dijadikan lahan bercocok
tanam. Keterasingan bangsa Mesir dengan kondisi geografis yang
sebelah kiri dan kanan Sungai Nil adalah Gurun Nubia sangat
tidak menguntungkan, namun mereka mampu bekerjasama
dalam sebuah kelompok yang tangguh dan menciptakan sebuah
peradaban. Di lain sisi, kondisi ini memberikan keamanan bagi
bangsa Mesir dari serangan luar.


2. Pencaharian
Pola hidup bangsa Mesir sangat menggantungkan diri kepada
kondisi Sungai Nil, apabila musim hujan mereka akan bercocok
tanam dan apabila musim kemarau mereka akan menghindar.
Kemampuan bercocok tanam ini bertahan lama sampai jumlah
populasinya bertambah banyak dan mengharuskan bangsa Mesir
mengembangkan sistem pengaturan air yang baik dan bisa
dipergunakan setiap saat. Adanya kerja sama antar individu
membentuk sebuah kelompok kecil dan berkembang menjadi
kelompok besar yang memerlukan sebuah aturan dalam organisasi
yang teratur.


3. Sistem Kepercayaan
Bangsa Mesir mengenal banyak dewa (politheisme), juga
mengenal kepercayaan bahwa roh orang mati tidak akan
meninggal. Malah mereka mengenal hewan-hewan suci yang
dianggap sakral, seperti terlihat dalam beberapa lukisan dan
patung hewan berkepala manusia dan manusia berkepala hewan.
Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir antara lain:
(a) Dewa Osiris sebagai dewa tertinggi
(b) Dewa Ra sebagai dewa matahari
(c) Dewa Thot sebagai dewa pengetahuan


(d) Dewa Horus, anak Dewa Osiris
(e) Dewa Amon sebagai dewa bulan
Sebagai penguasa kehidupan politik dan keagamaan
dipegang oleh firaun, Firaun (Pharaoh) ini diistimewakan karena
dianggap Dewa Horus, perantara manusia dengan dewa dan
pemelihara Sungai Nil.
4. Pemerintahan
Sepanjang Lembah Sungai Nil terbagi dalam dua wilayah yaitu
Sungai Nil Hulu dan Sungai Nil Hilir, pada masing-masing daerah
terbentuk kelompok yang terpisah. Kedua wilayah ini dapat
dipersatukan oleh Menes dengan bentuk kerajaan dan beribukota
Memphis pada tahun 3000 SM. Menes inilah yang menjadi raja
Mesir Kuno.


(a) Mesir Tua
Raja-raja Mesir diberi gelar Firaun atau Pharaoh. Firaun memiliki
hak yang tidak terbatas dengan tujuan memberi kedamaian dan
kemakmuran bagi bangsanya. Kerajaan Mesir Tua beribukota
Memphis. Pada zaman Mesir Tua, sudah dibangun makam-makam
raja dalam bentuk piramid dan patung dari batu. Piramid ini dibuat
oleh rakyat karena kepercayaan bahwa raja Mesir adalah titisan dewa.
Raja-raja yang termasyhur pada zaman ini di antaranya
Khufu, Kefre, dan Menkaure. Setelah raja-raja tersebut
meninggal, kondisi keamanan di Mesir menjadi lemah, hal ini
disebabkan oleh adanya perubahan kepercayaan rakyat bahwa raja
adalah keturunan dewa dan timbulnya kerajaan-kerajaan kecil.


(b) Mesir Pertengahan
Setelah terjadi perpecahan, Mesir kembali disatukan oleh raja
Sesotris III dari Thebe. Bahkan Sesotris III mengembangkan
wilayahnya dengan menguasai Nubia dan Palestina. Pada masa
pemerintahan Amenemhet III terjadi penambangan emas di
Gurun Sinai dan mendirikan kelompok besar istana yang
dinamakan labyrinth. Setelah kematian Amenemhet III, muncul
serangan dari bangsa Hykos yang berasal dari Palestina dan
mereka dapat menguasai Mesir. Kedatangan bangsa Hykos
memperkenalkan teknologi peralatan dari perunggu, seperti
peralatan pertanian, senjata dan alat rumah tangga. Bangsa Hykos
menetapkan Kota Awaris sebagai ibukota Mesir yang baru.


(c) Mesir Baru
Bangsa Mesir dapat merebut kembali kekuasaannya dari bangsa
Hykos. Raja yang paling berjasa dalam perebutan kekuasaan dari
bangsa Hykos adalah Firaun Ahmosis karena ia sendiri yang
memimpin serangan. Kekuasaan Mesir sempat meluas ke Babylonia,
Assyria, Cicillia, Cyprus pada saat kekuasaan Tutmosis II.


Antara tahun 1367-1350 SM pada masa pemerintahan
Amenhotep IV atau Akhenaton dan Nefertiti mengajarkan
monotheisme kepada bangsa Mesir dengan menganggap Dewa
Matahari sebagai satu-satunya dewa. Akibat adanya pertentangan
dengan para pendeta agama Amon, Amenhotep IV memindahkan
ibukota dari Thebe ke Al Amama. Setelah Amenhotep IV
meninggal, perselisihan tentang agama tidak terjadi lagi dan
pendeta menunjuk Tut-Aankh-Amon atau Tutankhamon sebagai
firaun dan diharuskan tunduk kepada pendeta agama Amon.
Kekuasaan Mesir akhirnya selalu digantikan oleh negara lain yang
menjatuhkannya. Ini terjadi sejak pemerintahan Raja Ramses
III (1198-1167 SM) berakhir.


5. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


a. Hieroglyph
Hieroglyph adalah nama huruf kebudayaan Mesir Kuno. Bentuk
hurufnya dalah piktograf dimana setiap gambar mewakili satu
huruf. Hieroglyph ini ditulis pada sebuah media kertas dari
papirus, tumbuhan, atau dipahat.


b. Astronomi
Kehidupan agraris banga Mesir memengaruhi terhadap
pengetahuannya yang tinggi. Untuk mengetahui waktu bercocok
tanam, panen atau berdagang dilihat dari siklus musim yang
datang setiap tahunnya.


c. Sistem pengawetan
Kepercayaan bahwa roh yang meninggal masih tetap berada pada
jasadnya apabila tidak rusak. Dari kepercayaan ini timbul usaha
untuk mengawetkan orang yang sudah meninggal dengan
menggunakan rempah-rempah atau ramuan lainnya supaya tidak
tercium bau busuk.




d. Arsitektur
Peninggalan-peninggalan Mesir berupa patung dan bangunan
yang besar menunjukkan adanya teknologi pembuatannya, apalagi
semua ukuran patung dan bangunan tersebut berukuran besar,
seperti piramid (makam para firaun), sphinx (singa berkepala
manusia sebagai lambang kekuatan dan kebijaksanaan) dan
obelisk (tugu batu untuk memuja Dewa Amon Ra).
....READ MORE - PERADABAN DI LEMBAH SUNGAI NIL

PERADABAN LEMBAH SUNGAI EUFRAT DAN TIGRIS

1. Letak Geografis
Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari
Pegunungan Armenia (Turki), keduanya berada di daerah
Mesopotamia (sekarang Irak). Mesopotamia adalah nama sebutan
daerah yang diapit oleh dua sungai, meso berarti tengah dan
potamos artinya sungai. Daerah ini merupakan daerah yang sering
kena banjir di saat musim hujan, dengan begitu lumpur-lumpur
yang dibawa air menyebabkan lahan di sekitarnya menjadi subur.
Ketergantungan bangsa-bangsa yang mendiami Lembah Sungai
Eufrat dan Tigris disebabkan oleh daerah yang mengelilinginya
adalah gurun yang terbentang luas, yaitu Gurun Elbrus dan Gurun
Hamad. Tampak terlihat daerah Mesopotamia adalah lahan yang
paling subur dibandingkan sekelilingnya.
Kesuburan tanah mendatangkan manusia untuk bertempat
tinggal di daerah tersebut dengan pencahariannya bercocok
tanam. Banjir yang dialaminya dijadikan sebagai tantangan untuk
tetap bertahan hidup dengan membuat tanggul-tanggul penahan
banjir, kanal banjir dan saluran pertanian. Dari kondisi tersebut,
muncul peradaban, bahkan para ahli mempercayai bahwa
mesopotamia adalah tempat asalnya peradaban manusia di dunia.
Bangsa Ubaid adalah bangsa pertama yang mendiami daerah
tersebut pada tahun 5000 SM dengan ditandai munculnya kota
Kish, Eridu dan Ur. Kedatangan bangsa Sumeria pada tahun
3000 SM membaur dengan bangsa Ubaid, lalu membangun
sebuah kota dengan rumah-rumah yang dibuat dari lumpur dan
tanah liat.


2. Pemerintahan


(a) Kerajaan Sumeria
Perkembangan Kota Ur sangat pesat dan menyebabkan timbulnya
sebuah tatanan sosial di masyarakatnya. Bangsa Sumeria yang telah
berbaur dengan bangsa asli membuat sistem pemerintahan, makin
lama makin berkembang dan mengembangkan sebuah kerajaan.
Kerajaan Sumeria diperintah oleh sebuah badan kerajaan yang
memperoleh hak tinggi dalam berbagai bidang, seperti politik,
agama dan militer. Badan tersebut dipimpin oleh seseorang yang
dianggap menguasi daerah Sumeria, yang diberi gelar Lugal (Lugal
berarti raja). Patesi yang telah berkuasa di Kerajaan Sumeria antara
lain Patesi A-annipada, Patesi Umia, Patesi Urukagina dan Patesi
Lunggal zagisi. Kekuasaan patesi sangat berpengaruh terhadap
dasar-dasar kehidupan masyarakat, oleh karenanya kekuasaanya
bisa berlangsung di Sumeria selama dua abad.


(b) Kerajaan Akkadia
Kerajaan Akkadia berdiri tahun 2500 SM setelah Raja Sargon (bangsa
Semit) setelah berhasil menaklukan bangsa Sumeria di Mesopotamia.
Kemudian memindahkan ibukotanya dari Ur ke Agade.
Usaha bangsa Akkadia menaklukan kerajaan Sumeria
berlangsung lama. Mereka datang dari derah gurun pasir dan
menaklukan Kerajaan Sumeria. Beberapa kebudayaan dan ilmu
pengetahuan dari Sumeria diadopsi, diantaranya mengenai ilmu
kalender dan takaran. Bangsa Akkadia mengenal legenda-legenda
kepahlawanan, yakni legenda Adapa, Etana dan Gilgamesh yang mirip
dengan cerita manusia pertama Adam dan Hawa. Mereka juga
mengenal legenda air bah yang mirip dengan cerita Nabi Nuh namun
dalam versi yang berbeda. Dinasti Raja Sargon di Agade berkuasa 1
abad dan dihancurkan oleh Guti pada tahun 2200 SM. Kerajaan
Sumeria kembali berkuasa setelah Raja Ur-Nammu mengalahkan
Kerajaan Akkadia dan mengembalikan ibukota ke Ur.


(c) Kerajaan Babylonia Lama
Pada tahun 2000 SM, Sumeria akhirnya dikuasai oleh bangsa
Amoria. Pergantian ini berlangsung lama setelah kekuasaan
Dinasti Ur-Nammu mulai melemah dan sering terjadi perebutan
kekuasaan. Dinasti Amorit dipimpin oleh Sumuabum, ia
memindahkan ibukotanya ke Babylon. Raja Hammurabi adalah
salah satu keturunan dinasti Amorit yang terkenal dan menjadi
raja besar setelah membentuk imperium hingga Turki, Suriah dan
Teluk Persia. Ia juga yang meletakkan hukum tatanan masyarakat
untuk kehidupan yang aman dan tenteram yang dikenal dengan
Codex Hammurabi. Hukum Hammurabi mengakomodasi
kebudayaan bangsa Semit yang menggunakan hukum
pembalasan, seperti hilang nyawa diganti nyawa.


Raja Babylonia runtuh setelah Raja Hammurabi wafat,
lemahnya pengganti raja dan seiringnya serangan dari bangsa
Hittite. Kekuasaan bangsa Amoria digantikan oleh bangsa Assyiria.


(d) Kerajaan Assyria
Bangsa Assyria termasuk bangsa nomaden bertempat di Arab bagian
Utara. Kondisi alam yang panas dan penuh tantangan menjadikan
mereka bangsa yang kuat. Ibukotanya saat itu ada di kota Assur.
Kekuatan mereka digunakan untuk menguasai daerah lain termasuk
Mesopotamia. Semula mereka diwajibkan membayar pajak dan
mengabdi kepada Kerajaan Babylonia dan Hittite. Pada tahun 1350
SM di bawah pimpinan Assuruballit, Assyria mampu melepaskan
kewajiban tersebut dan dapat menyaingi Babylonia. Ketika dipimpin
oleh Tiglath Pletser I, Assyria dapat menguasai Babylonia yang
sudah dikuasai bangsa Hittite. Dengan kemenangan tersebut
tumbuhlah Kerajaan Assyria beribukota Niniveh. Salah satu rajanya
yang termasyhur adalah raja Ashurbanipal yang mampu
mengembangkan wilayah kerajaannya meliputi Lembah Sungai Nil,
Armenia, Damascus dan Yunani.
Kerajaan Assyria berkuasa selama dua abad, yaitu abad
ke-9 – 7 SM, keruntuhannya terjadi oleh serbuan bangsa Chaldea
keturunan Babylonia.


(e) Kerajaan Babylonia Baru
Kerajaan Babylonia Baru lahir setelah Nabopalassar memimpin
bangsa Chaldea menyerbu Kerajaan Assyria pada tahun 612 SM.
Kerajaan Babylonia Baru mengalami kejayaan pada zaman Raja
Nebukadnezar karena:
(1) Meredam pemberontakan Yahudi di Palestina, dan mengirim
ke pembuangan setelah kalah perang;
(2) Membuat jembatan untuk lalu lintas kota;
(3) Membangun taman gantung.
Setelah Nebukanedzar wafat, Babylonia runtuh oleh bangsa
Medes dari Persia.


(f) Kerajaan Persia
Pada awalnya bangsa Medes tinggal di Pegunungan Zagros (sebelah
Utara Teluk Persia). Mereka bangsa yang kuat dan merupakan
ancaman bagi bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Sebagai bangsa
nomaden, bangsa ini menyebar ke India dan Eropa Barat. Tahun
539 SM berhasil menguasai kerajaan Babylonia Baru, namun tak
lama kemudian muncul Cyrus sebagai pemimpin bangsa Persia
berhasil menaklukan Babylonia Baru dan menyatukan kedua
bangsa Medes dan Persia. Anaknya yang bernama Cambysses
menaklukan Bangsa Mesir yang selanjutnya diganti oleh Raja
Darius. Raja Darius berhasil membawa Kerajaan Persia ke dalam
kejayaan dengan memperluas wilayahnya sampai ke Yunani.
Sistem pemerintahan Darius dipakai dalam sistem
pemerintahan di dunia saat ini. Negara terdiri dari 20 provinsi
yang masing-masing provinsi diperintah oleh satrap (gubernur)
yang ditunjuk oleh Raja.
Pada zaman kekuasaan Kerajaan Persia di Mesopotamia
tampil seorang tokoh agama yang bernama Zoroaster yang
mengajarkan bahwa kekuatan kebaikan dikuasai oleh Ahura
Mazda dan kekuatan kejahatan dikuasai oleh Ahriman. Kitab
suci ajaran ini bernama Avesta.


3. Kepercayaan
Bangsa Sumeria mempercayai banyak dewa yang ditimbulkan
oleh kondisi alam yang tidak stabil. Diantara banyak dewa-dewa
yang dikenal, tiga di antaranya merupakan dewa tertinggi antara
lain Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Enlil (Dewa Bumi) dan
Dewa Ea (Dewa Air). Keberhasilan bangsa Sumeria menguasai
daerah Mesopotamia diabadikan dalam sebuah mitologi
kemenangan saat terjadi peperangan antara Dewa Marduk
dengan Dewa Tiamat. Dewa Tiamat dianggap sebagai dewa
petaka yang selalu membawa bencana banjir.



4. Pengetahuan dan Teknologi


(a) Aksara
Sejak berdirinya Sumeria, bangsa-bangsa yang mendiami Lembah
Sungai Eufrat dan Tigris sudah mengenal abjad dengan bentuk
huruf paku dengan sebutan kuneiform. Pengembangan huruf ini
didapat pada peninggalan Babylonia sebuah prasasti batu Undangundang
Hammurabi yang memuat 282 pasal, setiap pasalnya
memuat peraturan dan hukuman bagi pelanggarnya.


(b) Kalender
Pergantian musim menunjukkan pergantian bulan, untuk
kepentingan masa bercocok tanam dan panen mendorong
timbulnya sistem penanggalan. Penanggalan waktu ini sudah
dikenal sejak Kerajaan Sumeria dan berkembang sejak Kerajaan
Chaldea yang membagi minggu dalam 7 hari, hari dalam 24 jam,
sama seperti yang terjadi saat ini.


(c) Ilmu hitung
Bangsa Sumeria sudah mengenal angka 60 (sexagesimal) bilangan
dasar, susunan angka 60 dipakai sebagai besarnya derajat dalam
1 lingkaran, yakni 360 derajat yang dianalogikan sama dengan
peredaran bumi mengelilingi matahari dalam 1 tahun yang terdiri
dari 360 hari.
....READ MORE - PERADABAN LEMBAH SUNGAI EUFRAT DAN TIGRIS

Tuesday, May 29, 2012

KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Manusia purba atau dikategorikan sebagai manusia yang hidup
pada masa tulisan atau aksara belum dikenal, disebut juga manusia
prasejarah atau Prehistoric people. Manusia purba diperkirakan
telah ada di bumi sejak 4 juta tahun yang lalu.
Manusia purba memiliki volume otak yang lebih kecil daripada
manusia modern sekarang. Cara berpikirnya pun masih
sederhana dan primitif. Serta hidupnya pun berkelompok. Tempat
tinggal mereka adalah gua-gua dan pepohonan yang tinggi guna
terhindari dari serangan binatang buas. Jadi, mereka belum memiliki
tempat tinggal permanen; dengan kata lain: mereka hidup
berpindah-pindah (nomaden)
Untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, mereka biasa
memakan buah-buahan dan tetumbuhan yang disediakan alam.
Untuk dapat memakan daging, mereka berburu binatang dengan
menggunakan perkakas dari batu. Batu ini pun dipergunakan
untuk keperluan ritual keagamaan, seperti membuat dolmen,
menhir, sarkofagus, dan punden berundak-undak. Oleh karena
itu, masa ini disebut juga dengan manusia Zaman Batu.
Namun, karena tuntutan hidup makin banyak dan populasi
bertambah, manusia purba pun harus pandai-pandai beradaptasi
dengan alam-lingkungannya. Perkakas-perkakas untuk memenuhi

kebutuhan hidup, mengalami perkembangan. Bentuk yang tadinya
sederhana lambat-laun mengalami perubahan: makin halus
dan efektif. Cara memperoleh makanan yang semula hanya mengandalkan
makanan dari alam, berubah setelah mereka mengenal
api. Pada masa neolitikum, mereka mulai bercocok tanam. Dan
pada masa perunggu, mereka telah pandai mengecor logam (yang
sebelumnya menggunakan tanah liat) untuk dibentuk menjadi
alat-alat seperti arca, alat-alat tajam, perhiasan.


1. Jenis Manusia Purba di Indonesia
Seperti telah dibahas di atas bahwa di Indonesia banyak ditemukan
fosil tengkorak dan tulang-belulang manusia purba. Manusia purba
yang pernah hidup di Kepulauan Indonesia ini banyak jenisnya.
Masing-masing mewakili zaman di mana ia hidup.


a. Meganthropus Paleojavanicus
Manusia purba jenis ini hidup pada masa paleolitikum. Meganthropus
paleojavanicus artinya manusia-Jawa purba yang bertubuh
besar (mega). Manusia purba ini diyakini merupakan makhluk
tertua yang pernah hidup di Pulau Jawa. Mereka diperkirakan
hidup sekitar 1–2 juta tahun yang lalu. Fosil rahang bawah dan
rahang atas manusia purba ini ditemukan oleh Von Koenigswalg
di Sangiran pada tahun 1936 dan 1941. Von Koenigswalg menemukan
bahwa Meganthropus ini memiliki rahang bawah yang
tegap dan geraham yang besar, tulang pipi tebal, tonjolan kening
yang mencolok dan tonjolan belakang kepala yang tajam serta
sendi-sendi yang besar. Melihat kondisi fisiknya disimpulkan
bahwa Meganthropus ini pemakan tumbuh-tumbuhan.


b. Pithecanthropus

Pithecanthropus artinya manusia kera, hidup di zaman Paleolitikum.
Fosil ini pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois
pada tahun 1891, yakni bagian rahang, gigi dan sebagian tulang
tengkorak. Manusia kera ini berjalan tegak dengan dua kaki,
dan diperkirakan hidup pada 700.000 tahun yang lalu. Dubois
menemukan fosil Pithecanthropus di Trinil daerah Ngawi pada saat
Sungai Bengawan Solo sedang kering, kemudian fosil tersebut
dinamai Pithecanthropus erectus, artinya manusia kera yang berjalan
tegak. Sekarang, nama ilmiah manusia purba Pithecanthropus
erectus dikenal dengan nama Homo erectus. Pithecanthropus
memiliki ciri-ciri tinggi badan antara 165-180 cm, volume otak
antara 750-1300 cc dan berat badan 80-100 kg.
Dalam beberapa sumber penelitian diperkirakan Pithecanthropus
adalah manusia purba yang pertama kalinya mengenal
api sehingga terjadi perubahan pola memperoleh makanan yang
semula mengandalkan makanan dari alam menjadi pola berburu
dan menangkap ikan.
Peralatan yang telah ditemukan pada tahun 1935 oleh Von
Koenigswalg di daerah Pacitan tepatnya di daerah Punung adalah
kapak genggam atau chopper (alat penetak) dan kapak perimbas.
Kapak genggam dan kapak perimbas sangat cocok digunakan
untuk berburu. Manusia purba yang menggunakan kapak genggam
hampir merata di seluruh Indonesia, di antaranya di Pacitan,
Sukabumi, Ciamis, Gombong, Lahat, Bengkulu, Bali, Flores dan
Timor. Di daerah Ngandong dan Sidoarjo ditemukan pula alatalat
dari tulang, batu dan tanduk rusa dalam bentuk mata panah,
tombak, pisau dan belati. Di dekat Sangiran ditemukan alat-alat
berukuran kecil yang terbuat dari batu-batu indah yang bernama
flakes (serpihan).
Manusia kera (Pithecanthropus) jenis lain yang berhasil ditemukan
antara lain:


(1) Pithecanthropus mojokertensis atau manusia kera dari Mojokerto,
ditemukan di daerah Perning, Mojokerto, pada 1936
– 1941 oleh Von Keonigswalg. Fosil yang ditemukan berupa
tengkorak anak-anak berusia sekitar 6 tahun. Walaupun ditemukan
lebih muda dari Pithecanthropus erectus oleh Dubois,
fosil Pithecanthropus mojokertensis ditafsir merupakan jenis
manusia purba yang lebih tua usianya dibandingkan dengan
yang lain.


(2) Pithecanthropus soloensis atau manusia kera dari Solo, ditemukan
di daerah Ngandong, di lembah Sungai Bengawan Solo,
antara tahun 1931-1934. Fosil penemuan Von Keonigswalg
dan Weidenreich ini berupa 11 buah fosil tengkorak, tulang
rahang, dan gigi.Fosil pithecanthropus ditemukan pula di Cina, tepatnya di
gua Chou-ku-tien dekat Beijing. Fosil ini ditemukan oleh ilmuwan
Cina, Pei Wen-Chung, dan fosil itu dinamai Sinanthropus
Pekinensis. Sinanthropus pun mempergunakan perkakas batu yang
sejenis dengan perkakas batu dari Pacitan.


c. Homo sapiens
Homo sapiens merupakan manusia purba modern yang memiliki
bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Homo sapiens
disebut pula manusia berbudaya karena peradaban mereka cukup
tinggi. Dibandingkan dengan manusia purba sebelumnya, Homo
sapiens lebih banyak meninggalkan benda-benda berbudaya. Diduga,
mereka inilah yang menjadi nenek moyang bangsa-bangsa
di dunia.
Fosil Homo sapiens di Indonesia ditemukan di Wajak, dekat
Tulungagung, Jawa Timur, oleh Von Rietschoten pada tahun 1889.
Fosil ini merupakan fosil pertama yang ditemukan di Indonesia,
yang diberi nama Homo Wajakensis atau manusia dari Wajak.
Fosil ini kemudian diteliti ulang oleh Eugene Dubois. Manusia
purba ini memiliki tinggi badan 130-210 cm, berat badan 30-150
kg, dan volume otak 1350-1450 cc. Homo Wajakensis diperkirakan
hidup antara 25.000 – 40.000 tahun yang lalu. Homo Wajakensis
memiliki persamaan dengan orang Australia purba (Austroloid).
Sebuah tengkorak kecil dari seorang wanita, sebuah rahang bawah,
dan sebuah rahang atas dari manusia purba itu sangat mirip dengan
manusia purba ras Australoid purba yang ditemukan di Talgai
dan Keilor yang rupanya mendiami daerah Irian dan Australia.
Di Asia Tenggara ditemukan pula manusia purba jenis ini di
antaranya di Serawak, Filipina, dan Cina Selatan.
Berdasarkan penemuan-penemuan fosil tersebut, timbul pertanyaan
yang mendasar: apakah Homo sapiens (manusia modern,
seperti kita) merupakan kelanjutan dari manusia Pithecanthropus
(manusia kera)? Apakah keduanya masih dalam satu spesies
yang sama? Pertanyaan-pertanyaan tersebut belum bisa dijawab
oleh para ahli karena tidak adanya mata rantai yang dapat menghubungkan
”benang merah” antarkeduanya. Sedangkan agama
monotheis (Islam, Kristen, Yahudi) menyatakan bahwa manusia
(homo sapiens) merupakan keturunan Nabi Adam dan tidak ada
sangkut pautnya dengan manusia purba manapun.


2. Jenis Manusia Purba di Luar Indonesia
Selain di Indonesia, fosil manusia purba juga ditemukan di luar Indonesia.
Fosil manusia purba di luar Indonesia sebagai berikut:
a. Sinanthropus Pekinensis.
Fosil ini ditemukan oleh Prof. Devidson Black pada tahun
1927 di gua−gua dekat Chou−Kou−Tien ± 60 km di sebelah Barat Daya kota Peking. Hasil penemuan menunjukkan adanya
persamaan-persamaan dengan Pithecanthropus Erectus
b. Homo Africanus (Homo Rhodesiensis)
Ditemukan oleh Raymond Dart dan Robert Brom pada
tahun 1924 di goa Broken Hill, Rhodesia (Zimbabwe).
c. Australopithecus Africanus
Ditemukan oleh Raymond Dart pada tahun 1924 di Taung,
dekat Vryburg, Afrika Selatan.
d. Homo Heidelbergensis
Ditemukan oleh Dr. Schoetensack di desa Mauer dekat kota
Heidelberg (Jerman).
e. Homo Neanderthalensis
Ditemukan oleh Rudolf Virchow dan Dr. Fulrott di lembah
Sungai Neander, dekat Dusseldorf, Jerman tahun 1956.
Ciri−ciri manusia purba ini mendekati ciri−ciri Homo Wajakensis.
f. Homo Cro Magnon (Ras Cro - Magnon)
Ditemukan oleh Lartet di gua Cro Magnon dekat Lez Eyzies,
sebelah Barat Daya Perancis tahun 1868.
....READ MORE - KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA

JENIS-JENIS SEJARAH

Majunya ilmu pengetahuan maka berimbas terhadap makin
beraneka ragamnya kajian topik sejarah yang diteliti oleh para
ahli. Tema sejarah menjadi terbagi menjadi beberapa jenis yang
didasarkan pada objek yang dikaji, wilayah yang menjadi kajian,
dan aspek-aspek lain.


Jenis sejarah berdasarkan tema misalnya, menyangkut
sejarah politik, sejarah perekonomian, sejarah sosial dan sejarah

pendidikan. Sementara jenis sejarah berdasarkan wilayah kajian,
misalnya sejarah Indonesia, Sejarah Asia Timur, Sejarah Eropa.
Lalu jenis sejarah berdasarkan cakupan wilayah pembahasan
misalnya, Sejarah Dunia, Sejarah Nasional dan Sejarah Lokal.
Di bawah ini akan diberikan beberapa deskripsi yang berkaitan
dengan jenis sejarah berdasarkan objek atau tema yang dikaji.


1. Sejarah Politik
Sejarah politik merupakan sejarah yang membicarakan soal
keterkaitan manusia dengan pemerintahan. Bentuk sejarah politik
yang lama adalah sejarah kerajaan. Datangnya bangsa Barat yang
menimbulkan sistem penjajahan di Indonesia juga memperkaya
penulisan sejarah politik.


2. Sejarah Ekonomi
Sejarah ekonomi merupakan sejarah mengenai perekonomian.
Pada awalnya masyarakat yang sederhana mencukupi kebutuhan
hidupnya dengan mengambil dari apa yang ada di alam sekitarnya
(food gathering). Berkat kecerdasan yang dimiliki dan karena
kebutuhan yang terus meningkat maka manusia mulai
menghasilkan bahan makanan yang diperlukan (food producing).
Pada mulanya, sistem ladang yang dikerjakan kemudian sistem
sawah sehingga kebutuhannya makin mudah dapat dipenuhi.
Setelah hubungan ekonomi dengan luar dilakukan, orang mulai
mengusahakan perkebunan yang penghasilannya lebih tinggi.
Sementara itu, manusia mulai mengusahakan guna memenuhi
kebutuhan yang bersifat sekunder. Makin luasnya hubungan
dengan dunia luar maka kegiatan ekonomi ditingkatkan menjadi
industri. Hubungan antarbangsa memungkinkan dilakukan
perdagangan yang lebih luas sehingga mencapai tingkat dunia.


3. Sejarah Kebudayaan
Sejarah kebudayaan merupakan sejarah tentang kebudayaan.
Dengan kebudayaan, kebutuhan fisik manusia dapat tercukupi.
Hal itu dapat diwujudkan karena manusia mempunyai akal dan
budi sehingga berbeda dengan hewan yang hidupnya sekadar
naluriah dan alamiah. Apabila kebutuhan pokok (basic needs)
sudah terpenuhi, manusia mulai ingin menikmati kebutuhan
psikisnya dengan menikmati hasil budaya, di antaranya kesenian.
Timbullah sejarah kesenian seperti seni suara, seni tari, seni ukir.


4. Sejarah Teknologi
Sejarah teknologi menggambarkan bagaimana manusia
menciptakan cara atau alat-alat agar apa yang dikehendaki mudah
diperoleh. Ditinjau dari cara membuat sesuatu, pada mulanya
manusia menggunakan tangan. Demi kebutuhan yang terus
meningkat, dipergunakan mesin yang dapat bekerja lebih cepat
dan efektif. Teknologi yang dipergunakan terus meningkat secara

cepat. Semula ditemukan sumber tenaga berupa uap kemudian
berkembang pada bentuk gas dan akhirnya atom. Industri pun
berkembang cepat sehingga timbul revolusi industri. Kemajuan
teknologi yang sekarang dinilai menakjubkan adalah kemajuan
dalam bidang biologi berupa kloning dan elektronik berupa
komputer dan telekomunikasi.


5. Sejarah Sosial
Sejarah sosial mempunyai bahan garapan yang sangat luas dan
beraneka ragam. Kebanyakan sejarah sosial juga mempunyai
hubungan dengan sejarah ekonomi, sejarah politik, dan bidangbidang
lain. Contoh sejarah sosial-ekonomi, misalnya mengenai
kemiskinan rakyat Indonesia pada masa penjajahan kolonial
Belanda yang ternyata merupakan dampak dari kebijakan
pemerintahan kolonial berupa tanam paksa. Ini berarti ”waktu”
tetap memegang peranan dalam penulisan sejarah. Ketika suatu
tulisan tidak memuat unsur waktu maka tulisan tersebut tidak
dapat disebut sebagai tulisan sejarah. Sebagai contoh dari sejarah
sosial ini adalah disertasi dari Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang
berjudul Pemberontakan Petani Banten 1888.


6. Sejarah Pendidikan
Sejarah pendidikan merupakan uraian tentang proses perkembangan
pendidikan di suatu daerah. Secara umum p
endidikan dibedakan
atas tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Dari suatu tingkat
pendidikan setempat dapatlah diketahui sudah maju tidaknya
masyarakat setempat. Proses perkembangan pendidikan di
Indonesia, salah satunya dapat dilihat dari pendidikan pada masa
kolonial Belanda sampai pada masa RI. Dari sejarah pendidikan dapat
diketahui bahwa pendidikan yang diberikan pemerintah kolonial
Belanda di Indonesia bertujuan untuk memperoleh tenaga kerja yang

murah, sedangkan Republik Indonesia bertujuan mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, belum
didirikan universitas, yang ada hanyalah sekolah tinggi. Setelah
Indonesia merdeka, jumlah sekolah atau lembaga pendidikan tinggi
di Indonesia terus meningkat


7. Sejarah Dunia
Sejarah Dunia telah kita ketahui bahwa perkembangan dunia
dewasa ini sangat pesat sehingga sukar bagi seseorang untuk
mengikuti secara terus menerus. Di antara kejadian-kejadian itu
terdapat peristiwa-peristiwa penting dan kurang penting.
Peristiwa-peristiwa yang dianggap penting kemudian dicatat
sebagai kejadian yang bersejarah dan secara cepat tersiar ke
seluruh dunia. Di samping itu, seringkali peristiwa-peristiwa yang
terjadi pada suatu negara erat kaitannya dengan peristiwa yang
terjadi pada belahan bumi yang lain. Untuk itulah mempelajari
sejarah dunia, juga penting artinya untuk memahami sejarah
nasional suatu bangsa. Sebagai contoh kedatangan Herman
Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda,
tidak lepas dari pendudukan Perancis (Napoleon Bonaparte)
terhadap negeri Belanda di Eropa.


8. Sejarah Nasional Indonesia
Sejarah Nasional Indonesia, pengertian tentang Sejarah Indonesia
sebenarnya baru terdapat sejak tahun 1942. Sebelum itu
pengajaran sejarah di Indonesia masih menggunakan Sejarah
Hindia Belanda. Materi Sejarah Hindia tentu saja lebih banyak
berorientasi pada kepentingan politik penjajah yang banyak
menceritakan sejarah bangsa Belanda di Indonesia sejak tahun
1600. Tahun-tahun sebelumnya dianggap oleh Belanda sebagai
suatu pendahuluan singkat dari cerita Belanda di
Indonesia.Dengan runtuhnya pemerintah Hindia Belanda pada
tahun 1942, pengajaran sejarah di Indonesia mengalami masa
baru. Hampir semua buku atau diktat yang diterbitkan pada masa
itu menggunakan istilah Sejarah Indonesia, Sejarah Tanah Air,
Sejarah Kebangsaan, Sejarah Nasional, Sejarah Nusantara, dan
lain sebagainya. Dalam perubahan ini yang terpenting adalah
perubahan pembabakan waktu atau periodisasi, misalnya, terdapat
istilah Zaman Penjajahan VOC (1602-1799), Zaman
Kemerdekaan, dan Iain-lain. Para penyusun sejarah Indonesia
berlomba-lomba agar materi sejarah yang disajikannya akan
sanggup menempa pembacanya menjadi warga negara yang
memiliki sifat kebangsaan. Itu semua dilukiskan dengan adanya
penggambaran perjuangan yang patriotik dari bangsa Indonesia
terhadap usaha-usaha bangsa lain untuk merongrong
kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, pengajaran sejarah
Indonesia oleh guru-guru sejarah menjadi sangat penting.
....READ MORE - JENIS-JENIS SEJARAH

Hujan

Pada musim kemarau, hujan selalu ditunggu-tunggu kedatangannya
karena akan membasahi Bumi dan menumbuhkan vegetasi. Hujan
yang turun menambah persediaan air tanah setelah meresap ke dalam
tanah.


Hujan


Kamu pasti pernah kehujanan.

Dalam meteorologi, istilah hujan dibatasi
hanya untuk tetes air yang
jatuh dari angkasa dan memiliki diameter
paling kecil 0,5 mm (0,002
inci). Kebanyakan hujan berasal awan
nimbostratus atau cumulonimbus.
Awan nimbostratus dapat menimbulkan
curah hujan lebat yang dikenal
dengan cloudbursts atau awan
ledakan.
Tetes hujan jarang berdiameter
lebih dari 5 mm (0,2 inci). Jika
melebihi 5 mm, butiran hujan akan
pecah menjadi butiran yang lebih kecil. Mengapa? Karena adanya tegangan
permukaan (surface tention) yang menahan butiran-butiran hujan. Pada
saat jatuh, butiran-butiran hujan bergesekan dengan udara. Akibatnya,
butiran hujan berukuran besar pecah menjadi butiran yang lebih kecil.
Butiran hujan halus memiliki diameter kurang dari 0,5 mm (0,002 inci)
yang disebut drizzle. Drizzle dapat berukuran begitu kecil sehingga
melayang di udara dan hampir tidak dapat dilihat. Drizzle dan butiran hujan
kecil umumnya berasal dari awan stratus atau nimbostratus dan terjadi
pada saat hujan selama beberapa jam. Jarang terjadi pada hujan yang
berlangsung seharian.


a. Proses Terjadinya Hujan
Hujan terjadi karena ada penguapan air dari permukaan Bumi
seperti laut, danau, sungai, tanah, dan tanaman. Pada suhu udara
tertentu, uap air mengalami proses pendinginan yang disebut
dengan kondensasi. Selama kondensasi berlangsung uap air yang
berbentuk gas berubah menjadi titik-titik air kecil yang melayang
di angkasa. Kemudian, jutaan titik-titik air saling bergabung
membentuk awan. Ketika gabungan titik-titik air ini menjadi besar
dan berat maka akan jatuh ke permukaan Bumi. Proses ini disebut
dengan presipitasi atau hujan.

Apakah ukuran butir-butir hujan sama? Hujan
memiliki ukuran butir yang berbeda-beda. Berdasarkan
ukuran butirannya, hujan dibedakan sebagai berikut.
1) Hujan gerimis (drizzle), diameter butir-butir air
hasil kondensasi kurang dari 0,5 mm.
2) Hujan salju (snow), terdiri atas kristal-kristal es
dengan suhu udara berada di bawah titik beku.
3) Hujan batu es, merupakan curahan batu es yang
turun di dalam uap panas dari awan dengan suhu
udara di bawah titik beku.
4) Hujan deras (rain), yaitu curahan air yang turun
dari awan dengan suhu udara di atas titik beku dan
diameter butirannya kurang lebih 5 mm.






b. Pengukuran Hujan
Jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah selama
waktu tertentu disebut curah hujan. Untuk mengetahui
besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut
penakar hujan (rain gauge). Alat ini terdiri atas corong
dan penampung air hujan. Corong berfungsi mengumpulkan
air hujan dan menyalurkan ke penampung. Air
hujan yang tertampung secara teratur harus dikosongkan
dan jumlahnya diukur menggunakan tabung
penakar. Curah hujan biasanya diukur dalam milimeter
(mm) atau sentimeter (cm).
Jumlah hujan yang sudah diukur kemudian dicatat
untuk berbagai tujuan. Beberapa jenis data hujan dapat
diperoleh dari hasil pengukuran hujan, antara lain:


1) Jumlah curah hujan harian.
Merupakan hasil pengukuran hujan selama 24 jam.
2) Curah hujan bulanan.
Merupakan jumlah total curah hujan harian selama sebulan.
3) Curah hujan tahunan.
Merupakan jumlah total curah hujan harian selama 12 bulan.
....READ MORE - Hujan

Pengukuran Angin

Angin memiliki dua unsur utama, yaitu kecepatan dan arah angin.
Keduanya diukur dengan alat yang berbeda.

1) Kecepatan Angin
Kecepatan angin diukur dengan anemometer.
Alat ini terdiri atas tiga cangkir (cup) yang dipasang
pada ujung tangkai secara horizontal. Bila angin
bertiup maka cangkir akan berputar.
Perputaran cangkir menyebabkan bagian
tengah juga berputar dan kecepatan angin dapat
diketahui. Kecepatan angin diukur dalam satuan
knots atau kilometer/jam, kadang-kadang ditunjukkan
dengan skala Beaufort.


2) Arah Angin
Angin selalu diukur sesuai arah tiupannya. Angin
utara menunjukkan bahwa angin bertiup dari arah
utara ke selatan. Arah angin dapat diketahui dengan
menggunakan bendera angin (wind vane). Alat ini
selalu mengarah dari mana angin bertiup.


3) Mawar Angin (Wind Rose)
Angin dapat bertiup dari satu arah secara terus-menerus.
Angin ini disebut angin dominan (prevailing wind). Pencatatan
arah angin yang dominan bertiup seharian dalam sebulan
dapat dilakukan dengan mawar angin. Pencatatan ini membentuk
segi delapan (oktagonal) yang mewakili delapan arah
mata angin. Setiap lengan menunjukkan tanggal ke mana arah
angin bertiup. Angka di tengah-tengah menunjukkan jumlah
hari tanpa terjadi angin.
....READ MORE - Pengukuran Angin

Sistem Angin

Berdasarkan gerakan dan sifatnya, angin dapat dibedakan
menjadi:


1) Angin Pasat dan Angin Antipasat
Angin pasat terdiri atas angin pasat tenggara yang bertiup
di belahan Bumi selatan dan angin pasat timur laut yang
bertiup di belahan Bumi utara. Angin pasat bertiup tetap
sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju
daerah ekuator (khatulistiwa). Angin antipasat
adalah nama lain dari angin barat, yang merupakan
kebalikan dari angin pasat. Coba perhatikan
gambar 7.13.
Angin di atas khatulistiwa yang mengalir ke
daerah kutub dan turun di daerah maksimum
subtropik. Angin ini disebut angin antipasat. Di
belahan Bumi utara disebut angin antipasat barat
daya dan di belahan Bumi selatan disebut angin
antipasat barat laut. Pada daerah sekitar lintang 20°–
30°LU dan LS, angin antipasat kembali turun secara
vertikal sebagai angin kering. Angin kering ini
menyerap uap air di udara dan permukaan daratan.
Akibatnya, terbentuk gurun di muka Bumi. Misalnya
gurun di Arab Saudi, gurun Afrika, atau gurun
di Australia.


2) Angin Muson
Di Indonesia, terdapat dua jenis angin muson, yaitu angin
muson barat dan angin muson timur. Bagaimana perbedaan
keduanya? 

Angin muson barat bertiup pada bulan Oktober–April, saat
itu kedudukan Matahari berada di belahan Bumi selatan atau
Benua Australia. Sedangkan angin muson timur bertiup pada
bulan April–Oktober, saat itu kedudukan Matahari berada di
belahan Bumi utara atau Benua Asia.


3) Angin Lokal
Angin lokal hanya dirasakan di wilayah yang relatif sempit
dan pengaruhnya tidak luas. Apa saja jenis angin lokal yang
kamu ketahui.



4) Angin Fohn
Angih fohn terjadi dalam satu rangkaian dengan
hujan orografik. Setelah angin yang membawa uap
air menaiki puncak gunung dan menurunkan hujan
pada posisi lereng gunung, kemudian angin bertiup
menuruni sisi lereng gunung di sebaliknya.
Berdasarkan gambar 7.20, coba jelaskan proses
terjadinya angin fohn dan sifat anginnya.

Angin fohn memiliki nama yang berbeda-beda di banyak
daerah. Beberapa angin fohn yang bertiup di Indonesia sebagai
berikut.


a) Angin Brubu terdapat di Sulawesi Selatan.
b) Angin Bohorok terdapat di Deli, Sumatra Utara.
c) Angin Kumbang terdapat di Cirebon, Jawa Barat.
d) Angin Gending terdapat di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa
Timur.
e) Angin Wambrau terdapat di Papua.


5) Angin yang Bersifat Dingin
Jenis angin yang bersifat dingin antara lain sebagai berikut.
a) Angin Mistral
Angin ini berasal dari pegunungan menuju ke dataran
rendah di pantai. Sebagai contoh angin yang bertiup di
pantai Laut Tengah, selatan Prancis.
b) Angin Bora
Angin bora bertiup di wilayah Balkan. Angin ini turun
dari Dataran Tinggi Balkan ke Pantai Istria dan Albania.


6) Angin Siklon dan Angin Antisiklon
Angin siklon dan angin antisiklon yang bertiup
di belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan
arahnya berbeda. Perhatikan gambar 7.21.
Dari gambar itu, apa yang dapat kamu amati
mengenai angin siklon dan angin antisiklon, baik
di belahan Bumi utara ataupun belahan Bumi
selatan?
Di daerah tropis, angin siklon lebih sering
terjadi di laut dan hampir tidak pernah terjadi di
sekitar khatulistiwa. Di Indonesia angin siklon
hanya terjadi di Pulau Timor, yaitu pada 11°LS.
Angin siklon memiliki kecepatan yang sangat
kuat sehingga bersifat merusak. Penyebutan angin
siklon untuk masing-masing daerah berbeda-beda.
Contoh:


a) Angin siklon di Samudra Atlantik disebut
Hurricane.
b) Angin siklon di Laut Cina Selatan disebut
Taifun.
c) Angin siklon di Teluk Benggala dan Laut Arab
disebut Siklon.
d) Angin siklon di Amerika daerah tropis disebut
Tornado.
e) Angin siklon di Asia Barat disebut Sengkejan.
Angin antisiklon tidak kuat seperti halnya angin siklon.
Kondisi cuaca daerah yang berangin antisiklon, cerah tidak
berawan. Angin ini merupakan angin turun, sehingga lebih
panas dan lebih kering dibanding angin siklon.


7) Daerah Konvergensi Antartropik (DKAT)
Daerah Konvergensi Antartropik (DKAT) merupakan
daerah pertemuan antara angin pasat tenggara dan angin pasat
timur laut atau disebut equator thermal. Daerah ini ditandai
dengan keadaan di sekitarnya memiliki suhu tinggi. Akibat

kenaikan massa udara, wilayah DKAT terbebas dari angin
topan dan dinamakan Doldrum atau daerah tenang
khatulistiwa (equatorial calm). DKAT selain sebagai tempat
terbentuknya konvergensi massa udara naik, juga sebagai
pembentuk awan yang menimbulkan hujan lebat.



Pengaruh DKAT di Indonesia, yaitu:


a) Menyebabkan hujan frontal dan hujan zenit.
b) Penguapan tinggi, karena suhu tinggi dan laut Indonesia
sangat luas.
c) Garis DKAT terbentuk karena suhu udara di sekitar
khatulistiwa tinggi.
....READ MORE - Sistem Angin

Monday, May 28, 2012

Kerusakan Tanah dan Dampaknya bagi Kehidupan

Tanah menjadi media hidup bagi banyak makhluk hidup di Bumi
ini, termasuk kita manusia. Bahkan manusia memegang kendali utama
dalam penggunaan tanah. Berbagai cara ditempuh untuk mengoptimalkan
kegunaan tanah, mulai dari kegiatan pertanian, pertambangan,
dan aktivitas penggunaan lahan lainnya. Kita sering tidak
menyadari bahwa pemanfaatan tersebut telah menimbulkan penurunan
kualitas tanah. Bagaimana kerusakan itu bisa terjadi?


a. Erosi
Erosi seperti yang telah dibahas di depan juga merupakan
salah satu bentuk kerusakan tanah. Pengikisan yang terjadi
membuat materi tanah terlarut hingga akhirnya tanah kehilangan
unsur haranya. Akibatnya, tanah akan kehilangan kesuburannya.

Tidak hanya itu, terkikisnya lapisan tanah menyebabkan rusaknya
struktur tanah, hingga kemampuan menyerap air menjadi
berkurang. Tahukah kamu bagaimana akibatnya?
Dampak erosi tidak hanya akan dirasakan oleh tempat di
sekitar terjadinya erosi, tetapi juga wilayah yang menjadi daerah
pengendapan hasil erosi. Sedimentasi di sungai mengakibatkan
menurunnya daya tampung sungai. Bisa kamu bayangkan akibatnya?
Tanah yang semula subur akan kehilangan kesuburannya
akibat tertimbun oleh materi hasil erosi. Aliran air sungai yang
membawa material terlarut akan menjadi keruh. Kekeruhan
memengaruhi daya tembus sinar matahari ke dalam sungai. Jika
air keruh, sinar matahari tidak lagi mampu menembus air sungai.
Sementara itu, di sungai terdapat berbagai organisme yang
memerlukan sinar matahari untuk menunjang kehidupannya.


b. Penggundulan Hutan
Penyebab penggundulan hutan adalah bertambahnya
permintaan lahan untuk permukiman, sehingga lahanlahan
hutan diubah menjadi permukiman. Selain
permintaan lahan permukiman meningkat, penyebab
lain adalah perladangan berpindah dan kepentingan
ekonomi. Karena kayu dan hasil hutan merupakan
komoditas ekspor yang bernilai tinggi, maka penebangan
hutan menjadi marak dan tidak terkendali lagi.
Akibat hutan gundul, satwa liar akan kehilangan
habitatnya hingga akhirnya untuk mempertahankan
hidup sulit. Jika sudah begini kamu pasti tahu dampaknya
bagi lingkungan. Selain itu, fungsi hutan yang
selama ini sebagai paru-paru dunia dan penyimpan
cadangan air akan hilang. Bagaimana dampaknya bagi
lingkungan?


c Polusi
Polusi tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga di tanah
dan air. Polusi disebabkan pembuangan limbah, baik
itu limbah industri ataupun limbah rumah tangga ke
dalam tanah, air, dan udara.
d. Kebakaran Hutan
Tahukah kamu kebakaran hutan di Kalimantan dan
Sumatra yang terjadi sepanjang tahun 2006? Kebakaran
hutan ini menyebabkan penurunan biomas di dalam
tanah, sehingga produktivitas tanah menurun. Selain
itu, kebakaran hutan juga akan meningkatkan erosi
tanah.


e. Eksploitasi Tambang yang Berlebihan
Bahan-bahan tambang seperti emas, tembaga, dan bahan galian C
(pasir dan batu) dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Eksploitasi bahan-bahan tambang yang berlebihan, tanpa
memerhatikan lingkungan akan berdampak negatif di kemudian
hari. Lahan yang telah ditambang akan meninggalkan lubanglubang
yang mengangga di muka Bumi. Kerusakan lingkungan yang
berupa kesuburan tanah hilang dan perubahan topografi banyak
ditemukan pada lahan tambang yang dieksploitasi secara
berlebihan.



f. Kerusakan Karena Proses Kimiawi Air Hujan
Air hujan merupakan faktor utama terjadinya kerusakan tanah
melalui proses perubahan kimiawi dan sebagian lagi karena
proses mekanis. Proses kimiawi ini menyebabkan tanah menjadi
tidak subur.


g. Kerusakan Karena Proses Mekanis Air Hujan
Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores
permukaan tanah sehingga terbentuk selokan. Pada daerah yang
tidak bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah
berkubik-kubik. Air hujan dapat pula menghanyutkan lumpur
sehingga terjadi banjir lumpur.


h. Kerusakan Karena Tanah Longsor
Tanah longsor adalah turunnya atau ambruknya tanah dan batuan
ke bagian bawah akibat pengaruh daya gravitasi. Hujan
mempercepat longsornya tanah karena tanah menjadi longsor dan
berat. Pelongsoran hanya terjadi pada lapisan luar yang terlepas
dari permukaan tanah.
....READ MORE - Kerusakan Tanah dan Dampaknya bagi Kehidupan

Info Lainnya