Tuesday, May 22, 2012

Tingkah Laku Penjual (Produsen) dan Pembeli (Konsumen)

Aspek berikutnya yang dianalisis
dalam ekonomi mikro adalah tentang
tingkah laku pembeli dan penjual dalam
pasar. Untuk menganalisis perilaku
penjual dan pembeli ini, teori ekonomi
mikro menggunakan beberapa asumsi
(pemisalan). Pemisalan pertama adalah
para penjual dan pembeli menjalankan
kegiatan ekonomi mereka secara
rasional. Kedua, para pembeli berusaha
memaksimalkan kepuasan dan ketiga,
para penjual berusaha memaksimumkan
keuntungan yang akan diperoleh.
Berdasarkan pemisalan-pemisalan
tersebut, ekonomi mikro dapat menunjukkan:
a) Bagaimana seorang pembeli menggunakan
sejumlah pendapatan
(uang) untuk membeli berbagai jenis
barang dan jasa yang dibutuhkannya.
b) Bagaimana seorang penjual atau
produsen menentukan tingkat
produksi yang akan dilakukannya.
....READ MORE - Tingkah Laku Penjual (Produsen) dan Pembeli (Konsumen)

Peranan Ekonomi Mikro

Pada dasarnya, teori-teori ekonomi
dapat digunakan sebagai dasar peramalan
(prediction). Peramalan yang dimaksud
bukan untuk mengetahui apa yang terjadi
di masa depan. Tetapi lebih tepat dikatakan
kalau teori ekonomi mikro dapat membuat
ramalan yang kondisional. Ramalan
kondisional ini diformulasikan sebagai
berikut. Apabila hal-hal seperti berikut
terjadi, maka akibat-akibat berikut ini pasti
terjadi sesudahnya.
Contoh ramalan kondisional ini adalah
dalam model keseimbangan pasar.
Dikatakan bahwa bila kurva permintaan
mempunyai kemiringan negatif dan kurva penawaran memiliki
kemiringan positif, maka adanya kenaikan harga di atas harga
keseimbangan akan menciptakan kelebihan barang di pasar. Jadi,
hasil ramalan yang diperoleh harus didasarkan pada asumsi-asumsi
(anggapan dasar) tertentu, misalnya asumsi ceteris paribus. Apabila
anggapan-anggapan tersebut diubah, maka hasil peramalannya
akan berbeda.
Ekonomi mikro juga dapat diterapkan pada pengambilan
kebijakan perekonomian, yaitu untuk menganalisis tindakantindakan
pemerintah yang dilakukan untuk memengaruhi perekonomian.
Misalnya pengaruh kebijakan pemerintah di bidang upah
buruh terhadap alokasi sumber daya di kegiatan produksi. Atau,
pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap biaya
produksi yang harus ditanggung oleh perusahaan dan biaya hidup
yang ditanggung oleh rumah tangga konsumen.
Bagi dunia usaha, metode-metode yang dikembangkan dari
ekonomi mikro seperti teori produksi dan teori konsumsi dapat
digunakan dalam pengambilan keputusan perusahaan.
....READ MORE - Peranan Ekonomi Mikro

Monday, May 21, 2012

Bentuk-Bentuk Galaksi

Jika kamu keluar rumah pada malam hari yang cerah, kamu akan
dapat menyaksikan ribuan bintang di langit menghias angkasa.
Beberapa di antaranya terlihat jelas dengan kemilau sinarnya. Namun,
di antara banyak bintang tersebut tampak bintang yang muncul dan
tenggelam tertutup oleh gelapnya malam. Beberapa di antaranya lagi
tampak menyerupai kabut sinar yang terlihat tidak begitu jelas
letaknya antarbintang anggota galaksi. Kondisi ini dipengaruhi oleh
bentuk galaksi. Bagaimana sebenarnya bentuk galaksi di alam semesta
ini?
Menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi tiga tipe, yaitu tipe
galaksi spiral, elips, dan tak beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan
bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut. Hasil pengamatan
para astronom menunjukkan bahwa galaksi-galaksi yang terdapat di
jagat raya ini terdiri atas 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan
5% galaksi tak beraturan. Walaupun begitu, galaksi elips diyakini
merupakan tipe galaksi yang paling banyak terdapat di jagat raya ini.
Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang sama, kita akan
menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya
saja galaksi tipe ini banyak yang terlihat begitu redup, sehingga amat
sulit untuk diamati. Bagaimanakah karakteristik dari tipe-tipe galaksi
tersebut?


a. Tak Beraturan
Galaksi ini tidak memiliki bentuk khusus. Anggota dari galaksi
tipe ini terdiri atas bintang-bintang tua dan muda. Contoh dari
galaksi tipe ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan
Kecil, dua buah galaksi tetangga terdekat Bimasakti, yang hanya
berjarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari Bimasakti. Galaksi tak

beraturan ini banyak mengandung materi antarbintang yang terdiri
atas gas dan debu-debu.


b. Elips
Penampakan galaksi ini terlihat seperti elips. Galaksi yang
termasuk dalam tipe elips ini mulai dari galaksi yang berbentuk
bundar sampai galaksi yang berbentuk bola pepat. Struktur galaksi
tipe ini tidak terlihat dengan jelas. Galaksi elips sangat sedikit
mengandung materi antarbintang dan anggotanya adalah bintangbintang
tua. Contoh galaksi tipe ini adalah galaksi M87, yaitu
galaksi elips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.


c. Spiral
Bagian-bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi
(termasuk lengan spiral) dan bulge (bagian pusat galaksi yang
menonjol). Anggota galaksi spiral terdiri atas bintang-bintang tua
dan muda. Bintang-bintang tua terdapat pada kumpulan bintangbintang
yang berjumlah ratusan dan berbentuk bola (gugus bola).
Bintang-bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang
berada di bidang galaksi. Galaksi spiral berotasi dengan cepat
sehingga membuat galaksi ini memipih dan membentuk bidang
galaksi. Contoh dari galaksi tipe ini adalah galaksi Andromeda
dan galaksi Bimasakti. Di galaksi Bimasakti inilah Bumi sebagai
bagian dari sistem Tata Surya berada.
....READ MORE - Bentuk-Bentuk Galaksi

Teori Terjadinya Tata Surya

Bagaimana Matahari, planet, dan satelit yang bekerja secara teratur
dalam Tata Surya ini terjadi? Pertanyaan inilah yang menggelayuti
pikiran manusia dan sampai sekarang pun belum diperoleh jawaban
yang benar-benar memuaskan.
Meskipun demikian, kita patut menghargai para ahli yang dengan
tekun melakukan penelitian dengan pengamatan dan percobaan untuk
mengungkap misteri pembentukan Tata Surya. Usaha para ahli tersebut
menghasilkan beberapa teori. Berikut ini adalah teori-teori tentang
pembentukan Tata Surya.


a. Teori Nebula
Teori ini mengatakan bahwa anggota keluarga Tata Surya pada
awalnya berbentuk massa gas raksasa yang bercahaya dan ber-

putar perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin,
mengecil, dan mendekati bentuk bola. Rotasi massa ini semakin
lama semakin tinggi. Akibatnya, bagian tengah massa itu
menggelembung. Akhirnya, lingkaran materi itu terlempar keluar.
Lingkaran ini mendingin, mengecil, dan akhirnya menjadi planet.
Planet ini tetap mengorbit mengelilingi inti massa. Lalu, lingkaran
lain terlempar dan terlempar lagi dari pusat massa dan
menjadi seluruh planet, termasuk Bumi. Akhirnya, semua planet
terbentuk. Pusat massa menjadi matahari kita. Selanjutnya, planet-
planet itu juga melemparkan massa keluar angkasa dan
berubah menjadi satelit atau bulan



b. Teori Planetesimal
Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang
melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali
dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga
menyebabkan pasang di bagian gas panas matahari. Akibatnya,
massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karena
daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi
Matahari.
Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi
cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi
planet yang ada sekarang, termasuk Bumi kita.



c. Teori Pasang
Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini
mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli
matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya.
Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori
Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidak
terbentuk oleh planetesimal.
Menurut teori ini, ketika bintang mendekat atau bahkan
menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen
gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar di
bagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah
akhirnya yang membentuk sebuah planet.



d. Teori Lyttleton
Teori ini mengatakan bahwa Matahari mulanya berupa bintang
kembar yang mengelilingi sebuah medan gravitasi. Sebuah bintang
menabrak salah satu bintang kembar dan mungkin menghan-
curkannya. Bintang yang hancur itu berubah menjadi massa gas
yang berputar-putar. Karena terus berputar, gas ini menjadi dingin
dan terbentuklah planet.
Adapun bintang yang bertahan, menjadi Matahari kita. Karena
kekuatan gravitasinya, Matahari menahan planet yang terbentuk
dan beredar menurut lintasannya sekarang. Jadi, jelaslah bahwa
teori ini juga didasarkan atas ide benturan.
Sumber
....READ MORE - Teori Terjadinya Tata Surya

Planet

Planet merupakan benda langit dalam Tata Surya yang bergerak
mengelilingi Matahari pada lintasan (orbit) yang stabil. Sejak
duduk di bangku sekolah dasar, kamu sudah diperkenalkan dengan
sistem Tata Surya. Berapakah jumlah planet-planet di sistem Tata
Surya? Ya, dahulu kita mengenal ada sembilan planet yaitu Merkurius,
Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Tetapi saat ini yang diakui sebagai planet anggota Tata Surya hanya
delapan, kecuali Pluto. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Dalam dunia ilmu pengetahuan, kebenaran bukanlah suatu
hal yang mutlak. Yang dahulunya dianggap benar saat ini bisa
dianggap salah. Hal itu terjadi seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan kemajuan teknologi. Demikian halnya yang
terjadi dalam ilmu astronomi dunia.
Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Internasional (International
Astronomical Union/IAU) ke-26 yang berlangsung di
Praha, Republik Ceko, pada tanggal 25 Agustus 2006 telah
memutuskan beberapa keputusan yang penting, di antaranya
adalah resolusi 5A yang berisi mengenai definisi sebuah planet.
Suatu benda angkasa dapat disebut sebagai planet apabila memiliki
syarat-syarat sebagai berikut.
1) Berada dalam suatu orbit yang mengelilingi matahari.
2) Mempunyai berat yang cukup untuk gravitasi dirinya dalam
mengatasi tekanan rigid supaya ia menjadi satu ekuilibrium
hidrostatik (bentuk hampir bulat).
3) Merupakan objek yang dominan dalam orbitnya sendiri.
....READ MORE - Planet

Sunday, May 20, 2012

Produk Nasional Neto (PNN)

Angka-angka produk nasional di atas disebut bruto, karena di
dalamnya masih tercakup biaya produksi yang belum dipotong, yaitu
penyusutan. Dalam setiap harga pasar, suatu barang mengandung nilai
depresiasi (penyusutan). Penyusutan sesungguhnya termasuk biaya
produksi yang harus diperhitungkan dalam harga pokok dan tidak dapat
dihitung sebagai laba. Industri-industri akan menggunakan barangbarang
modal (mesin, peralatan produksi, bangunan, dan perabot kantor)
untuk menghasilkan barang-barang. Nilai barang-barang modal tersebut
akan semakin susut (berkurang) dari satu periode ke periode berikutnya.



Susutnya nilai tersebut merupakan bagian dari ongkos produksi. Oleh
sebab itu, dalam setiap harga penjualan suatu barang dimasukkan nilai
depresiasi barang modal. Dengan kata lain, besarnya pendapatan
nasional pada harga pasar telah memasukkan nilai penyusutan barang
modal yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan nasional.
Pendapatan nasional yang belum memperhitungkan unsur
depresiasi dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB). Untuk memperoleh
Produk Nasional Neto/PNN (Net National Product/NNP) nilai depresiasi
tadi harus dikurangkan dari Produk Nasional Bruto.
....READ MORE - Produk Nasional Neto (PNN)

Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto/PNB (Gross National Product/GNP), dihitung
dengan menjumlahkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga
negara tersebut baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri.
Nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan
di luar negeri juga dihitung dalam Produk Nasional Bruto.



Dalam Produk Nasional Bruto tidak dihitung produksi yang dihasilkan
oleh faktor-faktor produksi milik penduduk negara lain. Jadi, keuntungan
perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia tidak dihitung
dalam Produk Nasional Bruto Indonesia. Sebaliknya, pendapatan
pekerja-pekerja Indonesia (TKI/TKW) yang bekerja di Arab Saudi
dimasukkan ke dalam perhitungan Produk Nasional Bruto Indonesia.
Bagaimana, dapatkah Anda membedakan antara PDB dan PNB?
Secara matematis, yang membedakan antara PDB dengan PNB adalah
pendapatan neto atas faktor dari luar negeri (nett factor income from
abroad). Variabel ini menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh
dari faktor produksi yang ada di luar negeri dikurangi pendapatan yang
diperoleh dari faktor produksi yang berasal dari orang asing di dalam
negeri.



Apabila PFPN bernilai negatif, berarti pembayaran terhadap faktorfaktor
pendapatan luar negeri lebih besar daripada penerimaan atas
balas jasa faktor produksi dalam negeri yang digunakan oleh
perekonomian luar negeri. Angka ini menunjukkan bahwa nilai impor
faktor produksi lebih besar daripada ekspor faktor produksi.
....READ MORE - Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic Product/GDP) menghitung
nilai barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara
selama satu tahun. Barang dan jasa yang dihasilkan ini dihitung tanpa
memerhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut. Artinya, barang
dan jasa tersebut bisa diproduksi oleh warga negara yang bersangkutan
maupun warga negara asing yang bekerja di wilayah negara tersebut.
Pernahkah Anda mendengar istilah
”Perusahaan multinasional atau Multi National
Corporation (MNC)?” Contoh perusahaan
multinasional ini adalah Coca Cola, Kentucky
Fried Chicken (KFC), atau Mc Donald yang
beroperasi di beberapa negara. MNC membantu
menaikkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan
oleh berbagai negara tempat beroperasinya
perusahaan ini. MNC menyediakan modal,
teknologi, dan tenaga ahli di negara tersebut.
MNC tersebut membantu menambah barang atau
jasa dan penggunaan tenaga kerja, sehingga
operasi perusahaan merupakan bagian yang
cukup penting dalam kegiatan ekonomi suatu negara, serta nilai
produksinya dihitung dalam Produk Domestik Bruto. Padahal, pemilik
perusahaan multinasional bukan berasal dari negara tempat
beroperasinya perusahaan ini.
Dengan demikian, Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic
Product/GDP) adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang
dihasilkan oleh faktor-faktor produksi baik milik warga negara maupun
orang asing yang tinggal di suatu negara tersebut. Berdasarkan
pengertian ini, maka penghasilan warga negara yang bekerja di luar
negeri tidak ikut diperhitungkan, tetapi penghasilan orang asing yang
bekerja di negara tersebut dimasukkan dalam perhitungan.
....READ MORE - Produk Domestik Bruto (PDB)

Inflasi

Kenaikan harga barang dapat bersifat sementara atau berlangsung
terus-menerus. Ketika kenaikan tersebut berlangsung dalam waktu yang
lama dan terjadi hampir pada seluruh barang dan jasa maka gejala ini
disebut inflasi. Jadi, kenaikan harga pada satu atau dua jenis barang
tidak dapat dikategorikan sebagai inflasi.
Dengan demikian, inflasi (inflation) adalah kenaikan harga barangbarang
yang bersifat umum dan terus-menerus. Lawan dari inflasi adalah
deflasi (deflation), yaitu kondisi di mana tingkat harga mengalami
penurunan terus-menerus.

Dari penjelasan di depan, ada tiga komponen yang menjadi indikasi
kenaikan harga hingga dikategorikan sebagai inflasi, yaitu adanya
kenaikan harga, kenaikan harga tersebut bersifat umum dan berlangsung
terus-menerus.

a. Jenis-Jenis Inflasi


Jenis-jenis inflasi dapat dibedakan menjadi:
1) Berdasarkan Tingginya Inflasi
Berdasarkan tingginya inflasi per tahun, inflasi digolongkan
menjadi inflasi ringan (di bawah 10% per tahun), sedang (10%
hingga 25%), berat (25% hingga 100%), dan hiperinflasi (lebih
dari 100%).


2) Berdasarkan Sumber Penyebab
Berdasarkan sumber penyebabnya, inflasi digolongkan menjadi
inflasi tekanan permintaan (demand full inflation) dan inflasi
dorongan biaya (cost push inflation). Inflasi tekanan permintaan
terjadi karena meningkatnya permintaan atau pembelian
masyarakat terhadap barang dan jasa. Sedangkan inflasi
dorongan biaya bersumber dari kenaikan biaya produksi,
misalnya kenaikan harga bahan baku, energi, atau upah pekerja.
Inflasi juga dapat terjadi karena kedua sebab tersebut (inflasi
campuran).


3) Berdasarkan Asalnya
Berdasarkan asalnya, inflasi digolongkan menjadi inflasi dari
dalam negeri (domestic inflation) dan inflasi dari luar negeri
(imported inflation).



b. Teori-Teori Inflasi
Gejala-gejala inflasi dapat dijelaskan dengan teori-teori inflasi.


1) Kuantitas
Teori kuantitas tergolong teori inflasi
yang paling awal. Meskipun demikian,
masih bisa digunakan untuk menjelaskan
proses inflasi pada zaman modern saat
ini. Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher.
Teori ini menekankan bahwa inflasi
dipengaruhi oleh pertambahan jumlah
uang beredar dan anggapan masyarakat
terhadap kenaikan harga-harga (faktor
psikologis).
Menurut teori kuantitas, apabila
penawaran uang bertambah maka
tingkat harga umum juga akan naik.
Hubungan langsung antara harga dan
kuantitas uang seperti yang digambarkan
oleh teori kuantitas uang sederhana
dapat digunakan untuk menerangkan
situasi inflasi.


2) Teori Keynes
Menurut Keynes, inflasi terjadi
karena ada sebagian masyarakat yang
ingin hidup di luar batas kemampuan
ekonominya. Proses inflasi merupakan
proses perebutan bagian rezeki di antara
kelompok-kelompok sosial yang menginginkan
bagian lebih besar dari yang
bisa disediakan oleh masyarakat tersebut.
Proses perebutan ini terlihat pada
keadaan di mana permintaan masyarakat
terhadap barang-barang selalu
melebihi jumlah barang yang tersedia.
Hal ini menimbulkan apa yang disebut
celah inflasi atau inflationary gap.
Celah inflasi timbul karena golongangolongan
masyarakat berhasil mewujudkan
keinginan mereka menjadi permintaan
efektif (permintaan berdaya beli) terhadap barang-barang
dan jasa. Golongan masyarakat tersebut adalah pemerintah,
pengusaha, dan serikat pekerja. Pemerintah berusaha
memperoleh pendapatan yang besar dengan cara mencetak

uang baru. Pengusaha melakukan investasi dengan modal yang
diperoleh dari kredit bank. Sedangkan pekerja berusaha
memperoleh kenaikan upah/gaji agar bisa lebih banyak membeli
barang dan jasa. Inflasi akan terus berlangsung selama jumlah
permintaan efektif dari semua golongan masyarakat tersebut
melebihi jumlah output yang dihasilkan.


3) Teori Strukturalis
Teori strukturalis disusun berdasarkan pada pengalaman
di negara-negara Amerika Latin. Teori ini memberikan perhatian
besar terhadap struktur perekonomian di negara berkembang.
Inflasi di negara berkembang terutama disebabkan oleh faktorfaktor
struktur ekonominya. Menurut teori ini, kondisi struktur
ekonomi negara berkembang yang dapat menimbulkan inflasi
adalah:


a) Ketidakelastisan Penerimaan Ekspor
Nilai ekspor di negara berkembang tumbuh secara
lamban dibandingkan pertumbuhan sektor-sektor lain.
Adapun penyebabnya adalah harga produk-produk
pertanian yang tidak stabil atau rendah dan produksi
barang-barang ekspor tidak mampu mengikuti perubahan
harga.


b) Ketidakelastisan Penawaran atau Produksi Makanan di
Dalam Negeri
Produksi bahan makanan dalam negeri tidak tumbuh
secepat pertambahan penduduk dan pendapatan per
kapita. Hal ini menyebabkan harga bahan makanan di dalam
negeri cenderung naik, sehingga melebihi kenaikan harga
barang-barang lain. Dampak yang ditimbulkan adalah
munculnya tuntutan karyawan untuk mendapat kenaikan
upah atau gaji. Naiknya upah karyawan menyebabkan
kenaikan ongkos produksi. Hal ini berarti akan menaikkan
harga barang-barang. Kenaikan harga barang-barang
tersebut mengakibatkan munculnya kenaikan upah lagi.
Kenaikan upah kemudian diikuti oleh kenaikan harga
barang-barang, begitu seterusnya.


c. Proses Terjadinya Inflasi di Indonesia
Bagaimana cara kita menjelaskan proses terjadinya inflasi di
Indonesia? Seperti Anda ketahui, inflasi timbul karena adanya
tekanan dari sisi penawaran (cost push inflation), dari sisi permintaan
(demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi. Cost push inflation
dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara mitra dagang, peningkatan
harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price),
dan terjadi kekurangan penurunan akibat bencana alam dan
terganggunya distribusi.


Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya
permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaan (output
gap). Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh
output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total
(aggregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian.
Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku
masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih cenderung bersifat
adaptif. Hal ini tercermin dari pembentukan harga di tingkat produsen
dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar
keagamaan dan penentuan upah minimum regional (UMR).
....READ MORE - Inflasi

Ekspor Impor Jasa

Untuk mengekspor atau mengimpor barang diperlukan jasajasa.
Contoh jasa dalam perdagangan internasional di antaranya
jasa keuangan untuk pembayaran internasional, jasa
pengangkutan dan penggudangan, serta jasa asuransi untuk
mengurangi risiko dalam pengiriman barang ke luar negeri.
Kegiatan lain yang termasuk dalam ekspor dan impor jasa
adalah kegiatan pariwisata. Wisatawan asing yang berkunjung
di Indonesia akan menggunakan jasa akomodasi (penginapan),
jasa biro wisata, dan jasa transportasi. Sedangkan apabila
penduduk Indonesia berkunjung ke luar negeri dan
menggunakan jasa perjalanan asing maka dikatakan kita
mengimpor jasa dari luar negeri.
....READ MORE - Ekspor Impor Jasa

Friday, May 18, 2012

Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhan

Pembagian kebutuhan atas dasar waktu dibagi menjadi:


1) Kebutuhan Sekarang


Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi
saat ini dan harus didahulukan. Yang termasuk kebutuhan ini
misalnya makan, minum, dan kesehatan. Kebutuhan
sekarang bersifat rutin dan barang yang
diperlukan sebagian besar merupakan barangbarang
kebutuhan pokok yang berpengaruh
terhadap kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan
sekarang merupakan kebutuhan yang tidak
dapat ditunda atau bersifat mendesak. Misalnya
manusia membutuhkan obat di saat sakit, payung
di saat hujan, dan makanan ketika merasa lapar.


2) Kebutuhan Masa Depan


Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya
sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Misalnya
kebutuhan untuk memiliki rumah sendiri dan pendidikan anak.
Pemenuhan kebutuhan masa depan biasanya dilakukan dengan
menabung.


3) Kebutuhan yang Tidak Tentu Waktunya atau Tidak Terduga


Kebutuhan ini terjadi tiba-tiba dan bersifat insidentil (kadangkadang
terjadi). Misalnya, kebutuhan berupa bantuan untuk
saudara yang tertimpa musibah dan biaya pengurusan
kecelakaan.


4) Kebutuhan Sepanjang Waktu


Kebutuhan ini memerlukan waktu yang lama dan boleh
dikatakan sepanjang waktu. Kebutuhan ini misalnya kebutuhan
menuntut ilmu atau belajar. Saat ini, belajar atau mencari ilmu

merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dan diperlukan
sepanjang hidupnya. Untuk itu, manusia membutuhkan
pendidikan.


Apa yang dapat Anda pahami dari uraian berbagai kebutuhan
menurut waktu? Tentunya Anda tidak ingin terjebak pada cara
berpikir keliru, yaitu asal senang dan puas sekarang, sedangkan
kebutuhan masa depan tidak dipikirkan. Sebagai calon ekonom yang
bijaksana, Anda perlu melihat ke masa depan dan membuat
perencanaan mulai dari sekarang. Percayalah, dengan ”berakit-rakit
ke hulu” atau ”sehari selembar benang” Anda akan mencapai
kesuksesan di masa datang.
....READ MORE - Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhan

Info Lainnya